SindoJabar, BANDUNG – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung menerapkan pengaturan lalu lintas secara manual menyusul pencurian sejumlah perangkat traffic light di beberapa persimpangan.
Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga keselamatan pengguna jalan sembari menunggu proses perbaikan dan perakitan perangkat.
Baca Juga:Traffic Light Tamblong-Naripan Mati Sejak Minggu, 7 Kecelakaan Terjadi dalam Dua Hari
Kepala Dishub Kota Bandung Rasdian Setiadi mengatakan, perbaikan traffic light yang terdampak pencurian masih berlangsung. Perangkat yang hilang harus dirakit kembali sebelum dapat dipasang dan dioperasikan.
“Masih proses. Itu perlu dirakit lagi. Minimal kita seminggu untuk merakitnya lagi,” ujar Rasdian di Balai Kota Bandung, Kamis (1/10/2026).
Rasdian menyebut terdapat sekitar lima titik traffic light yang terdampak pencurian. Sejumlah lokasi berada di wilayah Kecamatan Regol, di antaranya kawasan PT INTI dan Simpang Patung Ikan.
Baca Juga:Kabel Traffic Light Dicuri di Puluhan Titik Bandung, Pemkot Gandeng Polisi Buru Pelaku
Pencurian juga terjadi di Jalan Pungkur serta kawasan persimpangan Tamblong-Naripan dan Puteran Sunda.
Atas kejadian tersebut, Dishub Kota Bandung telah melaporkan kasus tersebut kepada pihak kepolisian. Laporan dilakukan agar aksi pencurian dapat segera ditindaklanjuti.
“Kita sudah melakukan laporan pengaduan ke kepolisian. Mudah-mudahan ditindaklanjuti,” katanya.
Sambil menunggu perbaikan, Dishub menerapkan pengaturan lalu lintas secara manual di sejumlah lokasi yang traffic light-nya belum berfungsi. Petugas Bidang Pengendalian Operasional (Dalop) ditempatkan di lapangan, khususnya pada jam sibuk.
Baca Juga:Wali Kota Ingin CFD Buahbatu Segera Kembali, Tata Kelola Dishub Dibenahi
“Untuk yang waktu dekatnya kita terpaksa di pengaturan manual dulu, menggunakan tenaga orang. Jam sibuk pagi sudah diatur oleh Bidang Dalop, nanti ada petugas di situ,” jelasnya.
Menurut Rasdian, pengaturan manual diperlukan untuk menjaga keselamatan pengguna jalan. Persimpangan tanpa traffic light membutuhkan pengawasan agar arus kendaraan dari berbagai arah tetap terkendali.
“Sebetulnya tidak perlu lah diadakan seperti itu, karena ini untuk keselamatan,” ujarnya.
Dia juga mengingatkan potensi gangguan lalu lintas pada malam hari ketika traffic light tidak berfungsi. Kendaraan dari berbagai arah berpotensi saling mendahului saat memasuki persimpangan.
“Apalagi malam hari, khawatir kalau tidak ada traffic light. Yang dari utara, selatan, timur, barat nanti kalau tidak traffic light suka dulu-duluan,” katanya.
Dishub Kota Bandung kini mempercepat proses perbaikan dan perakitan perangkat traffic light. Di sisi lain, pengaturan manual dan pemantauan tetap dilakukan di titik-titik terdampak guna menjaga kelancaran serta keselamatan lalu lintas.
Baca Juga:500 PJU Baru Siap Dibangun di 18 Ruas Jalan di Kota Bandung
Rasdian menargetkan perbaikan dan perakitan perangkat dapat diselesaikan dalam waktu sekitar sepekan. (*)






