Kogartap II/Bandung Gelar Upacara HUT ke-81 TNI di Depohar 10 Lanud Husein, Panglima TNI: Prajurit Harus PRIMA

SindoJabar, BANDUNG – Komando Garnisun Tetap (Kogartap) II/Bandung yang dipimpin oleh Kaskogartap II/Bandung Marsma TNI Solihin SIP menggelar upacara peringatan HUT ke-81 TNI di Depohar 10 Lanud Husein Sastranegara, Kota Bandung, Senin (5/10/2026).

Pelaksanaan upacara berlangsung khidmat dan tertib. Peringatan HUT ke-81 TNI menjadi momentum untuk memperkuat semangat pengabdian, soliditas, dan sinergitas TNI. HUT TNI tahun ini mengusung tema “TNI Bersama Rakyat” dalam menjaga kedaulatan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Upacara dipimpin Dansekoau Marsekal Muda TNI Dr Jorry S Koloay SIP MHan selaku inspektur upacara. Sedangkan Danlanud Husein Sastranegara Marsekal Pertama (Marsma) TNI MD Irman Fathurrahman SE MM bertindak sebagai komandan Upacara.

Dalam upacara itu, Danseskoau Marsekal Muda (Marsda) TNI Dr Jorry S Koloay SIP MHan membacakan amanat Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto SE MSi.

“Seluruh prajurit dan ASN TNI diminta menjadikan nilai Profesional, Responsif, Integratif, Modern dan Adaptif (PRIMA) sebagai budaya dalam menjalankan pengabdian,” kata Danseskoau.

Lebih lanjut Marsda TNI Dr Jorry menjabarkan makna PRIMA. Pertama, Profesional. Kuasai tugas dan tanggung jawab masing-masing. Pelihara kemampuan melalui latihan sungguh-sungguh dan realistis. Tingkatkan kompetensi dan laksanakan tugas dengan taat hukum serta penuh integritas.

Kedua Responsif. Prajurit dan ASN TNI harus peka terhadap perubahan di lingkungan tugas. Kenali potensi ancaman sejak dini, bertindak cepat, tepat, dan terukur ketika rakyat dan negara membutuhkan.

HUT ke-81 TNI
Danseskoau Marsda TNI Dr Jorry TNI Dr Jorry S Koloay SIP MHan foto bersama seusai upacara HUT ke-81 TNI. (FOTO: AGUS WARSUDI)

PRIMA Arah Pengembangan TNI

“Yang ketiga Integratif. Bangun sinergitas dengan seluruh komponen bangsa agar kekuatan TNI menjadi bagian dari kekuatan nasional dalam menjaga stabilitas, mengawal pembangunan, dan mendukung terwujudnya Indonesia yang semakin maju, berdaulat, adil dan makmur,” ujar Marsda TNI Dr Jorry.

Keempat Modern, tutur Danseskoau, prajurit TNI harus menguasai alat utama pertahanan dan keamanan yang menjadi tanggung jawabnya. Gunakan secara optimal dan terintegrasi serta terus tingkatkan kemampuan untuk menghasilkan daya tangkal dan daya tempur yang nyata.

“Kelima Adaptif. Jadikan setiap penugasan dan pengalaman sebagai bahan pembelajaran. Kembangkan inovasi dan sesuaikan doktrin, pendidikan, latihan, serta kemampuan, dengan perkembangan ancaman yang ada,” ucap Danseskoau.

Marsda TNI Dr Jorry mengingatkan agar prajurit dan ASN TNI melaksanakan kelima penekanan tersebut secara konsisten. Sehingga, PRIMA menjadi arah pengembangan kemampuan TNI dalam berpikir, bersikap, bertindak, saat ini dan di masa yang akan datang.

Dalam amanat tersebut, Panglima TNI juga menyampaikan apresiasi atas dedikasi, loyalitas, kerja keras dan pengabdian seluruh prajurit serta ASN TNI kepada bangsa dan negara.

“Ancaman dan gangguan terhadap NKRI, serta pengelolaan sumber daya negara, merupakan tantangan yang harus kita hadapi bersama,” ujar Marsda TNI Dr Jorry.

HUT ke-81 Tonggak Perteguh Tekat

Danseskoau menuturkan, untuk menghadapi tantangan tersebut, TNI harus tetap kokoh pada jati diri dan jelas dalam arah pengabdiannya.

Momentum HUT ke-81 TNI ini, tandas Danseskoau, harus menjadi tonggak dalam memperteguh tekat dalam menjaga persatuan, menegakkan kedaulatan, serta melindungi kekayaan Nusantara sebagai modal utama dalam mewujudkan Indonesia yang maju, adil dan makmur.

Hadir dalam kegiatan tersebut, para komandan satuan jajaran TNI, Polri, Forkopimda Jabar, Kota/Kabupaten Bandung, Cimahi, dan Bandung Barat.

Tampak hadir, Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Dedi Supriyadi, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan, Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail, Wakil Ketua DPRD Jabar MQ Iswara, dan lain-lain.

Sebanyak 661 personel mengikuti upacara tersebut. Terdiri atas personel TNI dari berbagai satuan jajaran TNI, ASN TNI, Menwa, PPM, AMS, KNPI, dan FKPPI di wilayah Bandung.