SindoJabar, BANDUNG – Bandara Internasional Husein Sastranegara Bandung dinilai telah siap kembali melayani penerbangan internasional. Namun, pengoperasian rute internasional masih menunggu penyelesaian perizinan dari pemerintah pusat, termasuk Kementerian Perhubungan dan Kementerian Pertahanan.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, mobilitas penumpang di Bandara Husein Sastranegara saat ini mulai berjalan sesuai dengan target. Jumlah penumpang tercatat mencapai maksimal 1.800 orang per hari.
Baca Juga:Rute Medan, Bandung dan Denpasar Dibuka, Penumpang Husein Ditarget Tembus 3.000 per Hari
“Belum bisa saya katakan cukup tinggi, tetapi on the track. Kita sekarang sudah mencapai angka maksimal 1.800 penumpang per hari,” kata Farhan di Balai Kota Bandung Senin (26/10/2026).
Menurutnya, peningkatan aktivitas penerbangan selanjutnya bergantung pada kebijakan pemerintah pusat, khususnya Kementerian Perhubungan, untuk membuka izin bagi maskapai penerbangan, termasuk maskapai yang melayani rute internasional.
Farhan menilai, kesiapan permintaan pasar dan operasional bandara sudah mendukung pengoptimalan layanan penerbangan. Karena itu, perizinan menjadi salah satu faktor utama yang perlu diselesaikan agar aktivitas penerbangan dapat meningkat.
Baca Juga:KAI Commuter Bandung Catat 10 Juta Pengguna pada Semester I 2026
“Permintaan sudah siap, suplai sudah siap, tinggal masalah perizinan,” katanya.
Menurutnya, berbagai aspek pendukung operasional bandara, mulai dari navigasi penerbangan hingga infrastruktur, telah disiapkan. Farhan menyebut kesiapan tersebut menjadi modal untuk mengembalikan kapasitas operasional Bandara Husein Sastranegara seperti sebelum pandemi Covid-19.
Terkait rencana pembukaan penerbangan internasional, Farhan mengatakan fasilitas pendukung di Bandara Husein Sastranegara telah tersedia. Fasilitas tersebut meliputi layanan bea cukai, imigrasi, hingga ruang tunggu penumpang atau lounge.
Menurut Farhan, penyelesaian fasilitas ditargetkan pada Oktober 2026. Meski demikian, kepastian pengoperasian penerbangan internasional masih bergantung pada persetujuan pemerintah pusat.
Baca Juga:Warga Sambut Aktifnya Kembali Bandara Husein Sastranegara
“Harusnya fasilitas sudah siap di bulan Oktober ini. Semua sudah ada, bea cukai sudah ada, imigrasi sudah ada, lounge-nya sudah ada. Tinggal kita berikan sentuhan-sentuhan terakhir,” jelasnya.
Pemerintah Kota Bandung juga berencana menyumbangkan foto-foto sejarah perjalanan Bandara Andir hingga menjadi Bandara Husein Sastranegara. Foto-foto tersebut akan melengkapi fasilitas bandara sekaligus menghadirkan dokumentasi sejarah bagi masyarakat.
Meski fasilitas pendukung telah disiapkan, Farhan belum menyampaikan tanggal pasti dimulainya penerbangan internasional. Ia menyebut masih ada sejumlah persetujuan dari kementerian terkait yang harus diselesaikan.
“Kita tinggal menunggu dari beberapa kementerian yang menandatangani. Termasuk di antaranya Kementerian Perhubungan dan Kementerian Pertahanan,” ungkapnya.
Farhan menambahkan, persetujuan tersebut mencakup penggunaan lahan untuk penerbangan internasional, penetapan bandara untuk melayani penerbangan internasional, serta izin bagi maskapai penerbangan internasional.
Baca Juga:Reaktivasi Bandara Husein Kian Dekat, Pemkot Siapkan Branding Kota Bandung
“Semuanya, termasuk untuk penggunaan lahan untuk internasional, bandara untuk internasional, maupun izin untuk maskapai internasional,” pungkasnya. (*YM)





