SindoJabar, BANDUNG – Atlet Kota Bandung meraih juara umum dalam Pertandingan Xiangqi Eksibisi Porprov XV Jabar di Gedung HOA Cultural Center, Jalan Nana Rohana, Bandung Kulon, Kota Bandung. Atlet Kota Bandung meraih 3 medali emas, 3 perak, dan 1 perunggu.
Pertandingan catur Xiangqi ini diikuti 50 peserta dari enam kota/kabupaten di Jawa Barat, yaitu, Kota Bandung, Depok, Bandung Barat, Kota/Kabupaten Bekasi, dan Sumedang.
Ketua Pengurus Daerah (Pengda) Cabang Olahraga (Cabor) Xiangqi Jawa Barat Sandy Wijaya mengatakan, kejuaraan Xiangqi eksibisi Porprov XV Jabar ini berlangsung dua hari, Sabtu dan Minggu (31 Oktober-1 November 2026).
Sandy mengatakan, Xiangqi sebagai cabor, baru tahun lalu 2025, masuk keanggotaan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI). Cabor Xiangqi baru berkembang di Jawa Barat. Pengda Cabor Xiangqi Jabar pun baru mengenalkan Xiangqi ke kota dan kabupaten.
“Kota Bandung memang sesepuh di cabor Xiangqi. Memang (atlet cabor Xiangqi) yang pertama kali berkembang dari Bandung. Maka, kota-kota lain dapet prestasi (di kejuaraan ini) kita kagum, ada yang masuk (meraih prestasi). Kita pikir Kota Bandung yang meriah semuanya, ternyata mereka ada yang meraih (prestasi) juga,” kata Sandy.
Pada kejuaraan Xiangqi eksibisi Porprov XV Jabar, ujar Sandy, tidak ada kelompok usia. Semua peserta masih campur, baik anak-anak maupun dewasa. “Harapan ke depan Xianqi semakin memasyarakat. Lebih dikenal dan digemari,” ujarnya.

Bukan Catur Biasa
Xiangqi, tutur Sandy, berbeda dari catur biasa. Karena yang tertinggi dalam permainan catur Xiangqi adalah jenderal. Jadi yang memainkannya adalah raja atau yang lebih besar dari jenderal.
Dampak positif dari permainan ini, pemain Xiangqi, terutama anak-anak, semakin percaya diri. Sebab secara filosofi, pemain Xiangqi adalah raja, pemimpin.
“Saya amati para pemain Xiangqi, anak-anak, luar biasa perubahannya. Mereka yang tadinya lugu, menjadi lebih percaya diri dalam kehidupan sehari-hari. Kami berharap ada perhatian pemerintah untuk mengembangkan Xiangqi,” tutur Sandy.
Sandy melihat catur Xiangqi sangat positif buat bangsa. Dia mencontohkan, 80 persen orang Vietnam memainkan Xiangqi. Hasilnya, saat perang melawan Amerika, bangsa Vietnam memiliki strategi sangat kuat sehingga tidak bisa dikalahkan.
“Lihat pembangunan yang masif luar biasa di Tiongkok (China). Mereka bisa membangun satu perumahan highrise building dalam satu bulan untuk 87 tingkat, itu butuh satu strategi yang benar. Mungkin dari latihan ini (Xiangqi),” ucapnya.
Untuk memasyarakatkan Xiangqi, ujar Sandy, Pengda Cabor Xiangqi Jabar akan memperbanyak kompetisi. Selain itu, bergabung dengan Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi). “Kami aktif ikut kejurda (kejuaraan daerah) dan kejurnas (kejuaraan nasional) setiap tahun,” ujar Sandy.
Dari Zaman Feudal China
Untuk diketahui catur Xiangqi berasal dari zaman feudal di China, kira-kira tahun 569 Sebelum Masehi )(SM). Catatan resmi tentang Xiangqi muncul pada Zaman Berperang di China.
Xiangqi yang juga memiliki sebutan Xiangxi atau Ju Zhong Xi, berevolusi dari sejenis judi sebelum Dinasti Qin dan sejenis Catur Enam yang populer pada penghujung Zaman Berperang Chungiu pada 770 SM hingga 476 SM.
Catur Xiangqi bukan diciptakan oleh seseorang, melainkan lahir dari perkembangan sejarah dan budaya. Sampai sekarang. Xiangqi masih popupler dan digemari masyarakat China. Kedudukannya sama dengan seni tradisional China lainnya. Seperti alat musik, kaligrafi, dan lukisan.






