Ekosistem Blockchain Melakukan Aksi Tanam Seribu Pohon di Kawasan Taman Air Bojongsoang

Jawa Barat86 Dilihat

Sindojabar.Com – Ekosistem Blockchain EGGMPIRE TOKEN melakukan program EGGM Climate & Social Action dengan aksi penanaman pohon.

Mereka menanam 1.000 pohon di kawasan Taman Air Bojongsoang, Kabupaten Bandung, Rabu (4/3/2026).

Sebelumnya Ekosistem Blockchain EGGMPIRE TOKEN ini juga sudah melakukan aksi penanaman pohon di kawasan terdampak bencana Pasirlangu, Cisarua, Bandung Barat, dan rehabilitasi pesisir melalui penanaman mangrove di Muara Gembong, Kabupaten Bekasi.

Program ini menjadi bagian dari rangkaian aksi nyata EGGMPIRE TOKEN dalam menghubungkan teknologi blockchain dengan gerakan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.

Pohon yang ditanam terdiri dari beberapa jenis, di antaranya 800 pohon buah, 100 pohon Trembesi, dan 100 pohon Ketapang Kencana.

Penanaman ini difokuskan pada kawasan permukiman padat untuk memperkuat fungsi ruang hijau, memperbaiki kualitas udara.

Sekaligus menghadirkan pohon produktif yang dalam jangka panjang dapat memberi manfaat ekonomi dan pangan bagi masyarakat sekitar.

Dengan semakin berkurangnya ruang hijau di wilayah perkotaan dan kawasan padat penduduk, penanaman pohon menjadi langkah penting untuk memperkuat ketahanan lingkungan sekaligus ketahanan pangan komunitas.

“Selain penanaman pohon, kegiatan ini juga disertai dengan bantuan sosial berupa 80 kilogram telur yang akan dibagikan kepada warga di dua RT di sekitar Taman Air Bojongsoang,” kata Ketua Yayasan Equator Bumi Lestari, Julius Robinson kepada wartawan di lokasi kegiatan.

Bantuan ini diharapkan dapat membantu meningkatkan asupan protein masyarakat, khususnya bagi anak-anak, lansia, serta keluarga dengan keterbatasan akses pangan bergizi.

Pelaksanaan kegiatan ini didampingi oleh berbagai pihak yang aktif dalam pengelolaan lingkungan di wilayah Sungai Citarum dan Kabupaten Bandung. Di antaranya Satgas Citarum, BBWS Citarum, DLH Kabupaten Bandung, dan FK3I.

Kolaborasi lintas sektor ini menjadi kunci agar kegiatan penanaman tidak hanya seremonial, tetapi benar-benar memberikan dampak ekologis jangka panjang.

Julius menyampaikan, rangkaian kegiatan ini merupakan bentuk nyata bagaimana komunitas digital dapat menghadirkan perubahan di dunia nyata.

“Kami percaya setiap pohon yang ditanam adalah harapan bagi masa depan. Setelah sebelumnya kami melakukan penanaman di kawasan terdampak bencana Pasirlangu dan rehabilitasi mangrove di Muara Gembong, hari ini kami hadir di Bojongsoang untuk melanjutkan komitmen tersebut. Pohon-pohon ini bukan hanya untuk hari ini, tetapi untuk anak-anak yang akan tumbuh di lingkungan yang lebih hijau, udara yang lebih bersih, dan ekosistem yang lebih sehat,” bebernya.

Ia menambahkan bahwa dana yang berasal dari komunitas EGGMPIRE TOKEN menjadi bukti bahwa kekuatan komunitas digital dapat diterjemahkan menjadi aksi nyata yang berdampak langsung bagi masyarakat dan lingkungan.

“Program ini melibatkan kolaborasi tiga pihak utama, Penyedia Dana EGGMPIRE TOKEN (EGGM), Penyalur Bantuan/Penerima Hibah Dana Yayasan Equator Bumi Lestari (Equity to Equator/EQ2), dan Penyedia Telur Bantuan PT EGGCOLOGIC BUMI LESTARI,” sebut Julius.

:: Program Social Impact Berkelanjutan

Direktur PT Eggmpire Bumi Lestari, Retno Dewi Hendrastuti mengatakan, bahwa perusahaan ingin memastikan setiap kegiatan yang dilakukan membawa manfaat yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Kami tidak ingin hanya berbicara tentang keberlanjutan, tetapi benar-benar menghadirkannya di lapangan,” ucapnya.

Menurutnya dukungan terhadap penanaman pohon dan bantuan pangan seperti telur adalah cara sederhana namun bermakna untuk menjaga keseimbangan antara alam dan kehidupan masyarakat.

“Kami berharap pohon-pohon yang ditanam hari ini akan tumbuh besar dan menjadi simbol harapan serta keberlanjutan bagi generasi yang akan datang,” tandasnya.

Dikatakannya, keterlibatan perusahaan juga merupakan bentuk tanggung jawab untuk menghadirkan program social impact yang berkelanjutan bersama komunitas dan para investor dalam ekosistem EGGMPIRE TOKEN.

Program EGGM Climate & Social Action menunjukkan bahwa teknologi blockchain tidak hanya berada di dunia digital, tetapi juga dapat diterjemahkan menjadi gerakan nyata yang transparan, terukur, dan berdampak langsung bagi masyarakat serta lingkungan.

Melalui rangkaian kegiatan dari Pasir Langu, Muara Gembong hingga Bojongsoang, EGGMPIRE TOKEN menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan gerakan lingkungan dan sosial yang berkelanjutan di berbagai wilayah Indonesia.

Sementara itu, Komandan Sektor III Satgas Citarum Harum, Kolonel Arhanud Dodo Masdori, S.I.P., M.Si menyampaikan bahwa kegiatan penanaman pohon di Taman Air Bojongsoang, Kabupaten Bandung ini merupakan bagian dari agenda penanganan lahan kritis dan penguatan ketahanan lingkungan.

“Di awal tahun 2026 ini kita memulai dengan penanaman 1.000 pohon sebagai langkah nyata menghijaukan kembali lahan kritis yang perlu perhatian bersama. Kami sangat peduli terhadap kelestarian lingkungan, khususnya di bantaran Sungai Citarum dalam program Citarum Harum,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Yayasan Ekuator atas kepeduliannya terhadap lingkungan.

“Harapan kami, Yayasan Ekuator terus melanjutkan niat baik ini. Semoga yayasan maupun LSM lingkungan lainnya dapat ikut berkontribusi dan bersama-sama menjaga lingkungan demi kepentingan masyarakat,” sambungnya.

Perwakilan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bandung, Ray, menyampaikan, pihaknya mewakili pemerintah daerah memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Yayasan Ekuator atas kepedulian dan kontribusinya terhadap lingkungan serta masyarakat.

Menurutnya, upaya penghijauan tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah karena keterbatasan tenaga dan anggaran, sehingga kolaborasi pentahelix yang melibatkan pemerintah, akademisi, swasta, masyarakat, dan media menjadi sangat penting.

Kontribusi swasta melalui dana CSR seperti yang dilakukan Yayasan Ekuator ini adalah bukti nyata sinergi yang manfaatnya langsung dirasakan warga, dan diharapkan ke depan dapat terus berkelanjutan serta semakin memperkuat peran dalam mendukung pembangunan daerah. (*)