Siswa SMAN 5 Bandung Tewas di Jalan Cihampelas, Teman Korban: Almarhum Orang yang Sangat Baik

Jawa Barat103 Dilihat

SindoJabar.com – SMAN 5 Bandung diselimuti awan duka setelah salah seorang siswa berinisial MFA (16), meninggal di Jalan Cihampelas diduga akibat dikeroyok siswa sekolah lain pada Jumat (13/3/2026) sekitar pukul 23.30 WIB.

Almarhum MFA merupakan siswa kelas 11 B SMAN 5 Bandung. Jenazah almarhum MFA dimakamkan di TPU Sirnaraga, Jalan Pajajaran, Kota Bandung.

Sahabat almarhum merasa sangat kehilangan. Menurut mereka almarhum MF memiliki kepribadian ramah dan mudah akrab dengan siapa saja.

Kesaksian ini disampaikan Ben Ali (17), teman sekolah almarhum MFA. “Almarhum orang yang friendly, banyak temennya. Orangnya murah senyum, disayangi sama temennya,” kata Ben kepada wartawan di rumah duka Kompleks Perumahan Cibeureum Raya, Kota Cimahi, Sabtu (14/3/2026).

Ben mengungkapkan, baru mengenal almarhum MFA saat duduk di kelas IX atau kelas tiga SMP. “Dia (MFA) orang pertama yang mau kenalan, selain teman-teman yang lain. Saya baru masuk sekolah,” ujarnya.

Bagi Ben, momen perkenalan di kelas tiga SMP itu menjadi kenangan yang paling diingat. Sikap terbuka almarhum membuatnya merasa cepat di terima di lingkungan sekolah baru.

Namun, kabar duka tentang MFA muncul di percakapan grup WhatsApp angkatan. Informasi serupa juga beredar di media sosial (medsos).

Almarhum Hobi Motret

“Dengar kabar duka itu (MFA tewas di Cihampelas) dari grup angkatan. Terus waktu buka Instagram, ada kabar almarhum,” tutur Ben.

Davin (17), teman almarhum sejak sekolah dasar (SD) mengatakan, sangat akrab dengan almarhum MFA. Sebab, selain satu kelas di SD, Davin juga satu sekolah saat di SMP.

Mereka berpisah sekolah saat melanjutkan pendidikan ke SMA. “Almarhum itu orang yang sangat baik,” kata Davin.

Pertemuan terakhir Davin dengan almarhum MFA sekitar sebulan lalu. “Bulan ini saya lebih sering di rumah. Bulan lalu ketemu, ngobrol sebentar,” ujarnya.

Davin mengaku sangat kehilangan dan emosional saat menerima kabar MFA meninggal dunia di Jalan Cihampelas. “Lumayan emosional juga sih. Soalnya nggak nyangka bisa kayak gini,” tutur Davin.

Dia mengingat hobi almarhum gemar memotret. Kegiatan itu sering di lakukan almarhum ketika teman-temannya bermain basket di sekolah.

“Waktu SMP juga almarhum suka memfoto orang. Kayak setiap ada orang yang main basket di sekolah, di SMP, di lapangan. Itu kenang-kenangannya,” ucapnya.

Berdasarkan informasi yang di terima Davin, sebelum kejadian, almarhum menghadiri kegiatan buka puasa bersama teman-temannya di kawasan Ciumbuleuit.

Setelah acara tersebut, almarhum MFA berniat pulang ke rumah. “Beliau, almarhum ingin pulang ke rumahnya, namun terjadi insiden,” ujar Davin.

Konvoi Usai Bukber

Di beritakan sebelumnya, kasus tewasnya siswa SMAN 5 Bandung di Jalan Cihampelas, masih di selimuti kabut misteri.

Warga sekitar lokasi kejadian tidak tahu pasti kronologi kejadian hingga korban tewas tergeletak di dekat pohon besar pada Jumat (13/3) malam sekitar pukul 23.00 WIB.

Adi (40), warga, mengatakan, berdasarkan informasi yang di peroleh, peristiwa itu setelah korban dan teman-temannya buka puasa bersama (bukber) di Ciumbuleuit.

Korban dan teman-temannya konvoi motor. Posisi korban di duga berada di barisan belakang.

“Katanya anak-anak SMA 5 abis bukber. Berapa puluh motor nggak tahu, cuman dari arah Ciumbuleuit turun ke sini (Cihampelas). Rombongan gitu, konvoi,” kata Adi, Sabtu (14/3/2026).

Di tempat kejadian perkara (TKP), ujar Adi, ada anak-anak SMAN 2 Bandung sedang kumpul.

“Nggak tahu gimana kejadianya tiba-tiba langsung gini. Enggak tahu siapa yang pertama memicu konflik siapa, enggak tahu. Enggak tahu SMAN 2 atau SMAN 5,” ujarnya.