Polrestabes Bandung Usut Kasus Kematian Siswa SMAN 5 Bandung di Jalan Cihampelas

Jawa Barat92 Dilihat

SindoJabar.com – Satreskrim Polrestabes Bandung tengah mengusut kasus kematian siswa SMAN 5 Bandung di Jalan Cihampelas pada Jumat (13/3/2026). Korban berinisial MFA itu diduga dianiaya sekelompok orang di Jalan Cihampelas.

Pelaksana Tugas (Plt) Kapolrestabes Bandung AKBP Adiwijaya mengatakan, sampai saat ini, proses pendalaman dan penyelidikan kasus tewasnya siswa SMAN 5 Bandung masih dilakukan penyidik Satreskrim Polrestabes Bandung.

“Percayakan kepada Polrestabes Bandung untuk melakukan pendalaman dan penyidikan terkait kejadian tersebut,” kata Plt Kapolrestabes, Minggu (15/3/2026).

Kombes Adiwijaya berharap, tidak ada ekses lanjutan terkait peristiwa tewasnya SMAN 5 Bandung di Jalan Cihampelas.

“Kami berharap tidak ada ekses yang akan terjadi di kemudian hari,” ujar Kombes Adiwijaya.

Di ketahui, MFA meninggal tergeletak di Jalan Cihampelas, tepat di depan rumah makan seafood pada Jumat (13/3/2026) sekitar pukul 23.30 WIB. Siswa kelas 11 itu di duga korban tindak kekerasan siswa sekolah lain.

Informasi yang di himpun dari saksi mata menyebutkan, kronologi kejadian berawal dari kegiatan buka bersama (bukber) pelajar SMAN 5 Bandung di Ciumbuleuit, Kota Bandung.

Konvoi Motor

Setelah bukber, mereka, termasuk korban MFA, pulang dengan konvoi motor melalui Jalan Cihampelas. Posisi korban saat konvoi di duga berada di barisan belakang.

Saat tiba di lokasi kejadian, MFA dan temannya di adang sekelompok siswa dari sekolah lain. Kelompok itu menyerang korban hingga terjatuh dari motor. Bahkan motor korban rusak parah.

Korban tergeletak di aspal tepi Jalan Cihampelas depan warung seafood. Almarhum MFA meninggal dunia di lokasi kejadian.

Kesaksian itu di sampaikan Adi (40) warga Cihampelas. “Katanya anak-anak SMAN 5 abis bukber. Berapa puluh motor nggak tahu. Dari arah Ciumbuleuit turun ke sini (Cihampelas). Rombongan gitu, konvoi,” kata Adi kepada wartawan, Sabtu (14/3/2026).

Adi mengaku tidak tahu persis kronologi kejadian sebenarnya. Saksi Adi juga tidak tahu kelompok mana yang memicu konflik lebih dulu. Apakah pelajar SMAN 5 Bandung atau kelompok siswa sekolah lain.

“Enggak tahu yang pertama memicu konflik siapa, enggak tahu. Enggak tahu SMAN 2 atau SMAN 5,” ujar Adi.

Dalam video amatir yang beredar di media sosial (medsos) tak jauh dari lokasi korban tergeletak, para terduga pelaku sedang mengeroyok seorang remaja.