Pilu Warnai Pemakaman Sang Pahlawan Perdamaian Mayor Zulmi di TMP Cikutra Bandung

Headline, Jawa Barat53 Dilihat

SindoJabar.com – Mayor Inf (anumerta) Zulmi Aditya Iskandar, sang pahlawan perdamaian, dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Cikutra, Kota Bandung, Sabtu (5/4/2026). Prosesi pemakaman dengan upacara militer itu dipimpin Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto.

Awan duka menyelimuti langit di atas TMP Cikutra. Barisan prajurit TNI rapi memanjang mengantarkan sang pahlawan ke peristirahatan terakhir. Khidmat namun terkesan pilu.

Peti jenazah dipanggul sejumlah prajurit Komando Pasukan Khusus (Kopassus) TNI Angkatan Darat (AD). Langkah tegap dan perlahan prajurit menambah kesan prosesi pemakaman semakin kelabu.

Saat hendak diturunkan ke liang lahat, tembakan salfo memecah suasana hening. Setelah itu, perlahan-lahan peti jenazah diturunkan, lalu tanah merah menutupi liang makam.

Mayor Anumerta Zulmi Aditya Iskandar gugur saat melaksanakan tugas menjaga perdamaian United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) di Libanon Selatan.

Sebuah bom yang di duga kuat ditembakkan tentara Israel menyebabkan Mayor Anumerta Zulmi Aditya gugur pada Senin (30/3/2026).

Selain almarhum Mayor Zulmi, bom tersebut juga mengakibatkankan Sertu Muhammad Nur Ichwan, dan Praka Farizal Rhomadhon gugur.

Serangan Israel juga melukai dua prajurit TNI lainnya, yaitu Lettu Inf Sulthan Wirdean Maulana dan Praka Deni Rianto. Saat ini, keduanya dalam penanganan medis di Rumah Sakit St George Beirut, Libanon.

Panglima TNI: Almarhum Prajurit Terbaik

Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto mengatakan, keluarga besar TNI berduka atas gugurnya prajurit terbaik Indonesia Mayor Anumerta Zulmi yang bertugas di Kopassus.

“Almarhum merupakan prajurit terbaik di mana setiap menjalankan tugas mendapatkan reward dari satuan. Untuk reward tersebut, beliau di berangkatkan ke luar negeri dalam operasi misi perdamaian di Libanon,” kata Panglima.

Jenderal TNI Agus menyatakan, TNI berduka sangat dalam atas insiden yang terjadi. TNI telah akan memberikan hak-hak prajurit gugur. Di antaranya, santunan dari PBB.

Selain itu santunan risiko kematian khusus. Kemudian ada asuransi dan beasiswa pendidikan untuk anak almarhum Rp30 juta per anak.

Santunan kematian sekitar Rp200 juta. Kemudian, dari TNI Angkatan Darat (AD) dan perbankan. “Ada juga akan dari bapak presiden (Prabowo Subianto) sudah di sampaikan ke saya,” ujar Jenderal TNI Agus.

Kapten Inf Sudargo Guntoro, rekan satu angkatan dengan almarhum Mayor Anumerta Zulmi Aditya menyampaikan kesan mendalam selama menempuh pendidikan di Akademi Militer (Akmil) angkatan 2015 yang terkenal dengan sebutan Permata 2015.

Di Akmil 2015, Kapten Inf Sudargo dan almarhum satu organisasi. “Kesan-kesan selama almarhum hidup bersama kami, ya orangnya sangat humble. Terus ibadahnya juga kuat,” kata Kapten Inf Sudargo.

Selalu Berhasil dalam Tugas

Menurut Kapten Inf Sudargo, almarhum selalu berhasil dalam tugas. “Setiap di kasih perintah, penugasan pasti selalu berhasil,” ujar Kapten Inf Sudargo.

Almarhum Mayor Anumerta Zulmi, tutur Kapten Inf Sudargo, telah lima kali bertugas di Papua. Almarhum tergabung dalam pasukan gerak cepat untuk evakuasi. Semua tugas evakuasi yang di emban almarhum selalu berhasil.

Kapten Inf Sudargo menuturkan, tidak ada komunikasi terakhir dengan almarhum. “Enggak, kami belum sempat komunikasi terakhir. Cuma dulu 2023, sama-sama sekolah di Kelapa 1,” tuturnya.

Kapten Inf Sudargo berharap rekan-rekan Akmil 2015 dan keluarga yang di tinggalkan kuat dan tabah dalam menghadapi cobaan.