Sindojabar.com – Pemkot Kota Bandung mengalokasikan anggaran sebesar Rp125 miliar pada tahun 2026 untuk pembangunan infrastruktur pendidikan.
Anggaran tersebut difokuskan pada pembangunan ruang kelas baru serta penambahan unit sekolah, guna mendukung penerapan sistem dua shift secara optimal.
Baca Juga:DPRD Jabar Soroti Keterbatasan Ruang Kelas SMKN di Majalengka
Saat ini Pemkot Bandung berupaya menambah rombongan belajar (rombel) di tingkat SMP. Hal itu untuk mengakomodir kebutuhan siswa.
“Untuk tahun ini kita genjot pembangunan ruang kelas baru, karena itu menjadi kunci agar sistem dua shift bisa berjalan maksimal,” ungkap Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, dikutip, Rabu (6/5/2026).
Saat ini, beberapa proyek pembangunan sudah mulai berjalan, di antaranya pembangunan SD Bojongloa dan SMP Negeri 75 sebagai sekolah baru.
Selain itu, Pemkot Bandung juga merencanakan penambahan SMP negeri di enam kecamatan yang saat ini masing-masing baru memiliki satu sekolah negeri.
Baca Juga:Potensi Kebocoran Rp125 Triliun: IAW Bongkar Lemahnya Kontrol Sistem Impor
Langkah ini dinilai penting untuk pemerataan akses pendidikan serta mengurangi penumpukan siswa di sekolah-sekolah tertentu.
Farhan juga mengimbau masyarakat untuk lebih fleksibel dalam memilih sekolah saat proses SPMB berlangsung.
“Kami harapkan masyarakat tidak hanya terfokus pada satu sekolah saja, tetapi bisa mempertimbangkan beberapa pilihan agar distribusi siswa lebih merata,” katanya.
Farhan menyampaikan, mulai tahun ini seluruh sekolah negeri tingkat SD dan SMP hanya diperbolehkan menerapkan maksimal dua sif pembelajaran.
Kebijakan tersebut merupakan tindak lanjut dari regulasi pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, yang memberikan masa transisi hingga tahun 2028.
Baca Juga:Pemkot Tegaskan Kebun Binatang Bandung Jadi Ruang Terbuka Hijau untuk Masyarakat
“Sekarang tidak boleh lagi tiga sif. Ini memang menjadi tantangan bagi kita, karena harus menyesuaikan dengan kapasitas ruang kelas yang ada,” ujar Farhan. (*)






