SindoJabar.com – INDOMOBIL Expo 2026 hadir di Kota Bandung dengan konsep “EVperience”. Pameran mobil listrik itu berlangsung selama 9 hari, dari 23 hingga 31 Mei 2026 di 23 Paskal Shopping Center.
Kehadiran INDOMOBIL Expo Bandung 2026 menjadi bagian dari upaya memperluas akses masyarakat terhadap pengalaman menggunakan kendaraan listrik.
Sejalan dengan itu, adopsi kendaraan listrik di Jawa Barat menunjukkan pertumbuhan konsisten. Walaupun secara data, jumlahnya masih jauh dibanding negara lain, jumlah pengguna kendaraan listrik di Indonesia meningkat signifikan.
Peningkatan jumlah pengguna kendaraan listrik di Indonesia didukung oleh penguatan infrastruktur Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU).
Selain itu, masyarakat semakin tahun benefit menggunakaan kendaraan listrik. Seperti, rendah emisi, harga bahan bakar listrik lebih murah, surat-menyurat lebih mudah, after sale dan maintenance bagus.
Senior Manager Niaga dan Manajemen Pelanggan PT PLN (Persero) UID Jabar Martindar Jalu Respati mengatakan, data PLN mencatat, hingga akhir 2025 terdapat lebih dari 300 titik SPKLU di Jawa Barat.
Ratusan SPKLU itu berlokasi strategis. Termasuk di Kota Bandung sebagai salah satu pusat pertumbuhan penggunaan kendaraan listrik.
“Di Bandung, terdapat sekitar 27 SPKLU yang mencakup Kota Bandung, Kabupaten Bandung, dan Bandung Barat,” kata pria yang akrab disapa Jalu itu.
Jalu menjelaskan, kehadiran SPKLU Center PLN di kawasan Jalan Soekarno-Hatta turut memperkuat infrastruktur pengisian daya melalui fasilitas fast charging.
“Selain itu, di SPKLU Center tersedia beragam jenis konektor untuk mendukung kebutuhan pengguna kendaraan listrik,” ujar Jalu.

Mobilitas Elektrifikasi
CEO INDOMOBIL Dealership Group Santiko Wardoyo mengatakan, tren penggunaan kendaraan listrik di Jawa Barat meningkat signifikan.
Selama periode Ramadhan dan Lebaran 2025, kata Santiko, transaksi pengisian daya di SPKLU wilayah Jawa Barat tercatat meningkat lebih dari 400 persen dibandingkan 2025 pada periode sama.
“Penjualan kendaraan listrik di Jawa Barat pun naik 3,5 kali lipat dibanding tahun ini. Di Bandung pun sama, naik 3 kali lipat. Peningkatan ini terjadi seiring ketersediaan infrastruktur SPKLU,” kata Santiko seusai pembukaan pameran, Sabtu (23/5/2026).
Pertumbuhan ini juga, ujar Santiko, mencerminkan penggunaan kendaraan listrik semakin luas. Baik untuk mobilitas harian di dalam kota maupun perjalanan antarkota.
“Perkembangan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia juga terus menunjukkan akselerasi secara nasional,” ujarnya.
Santiko menuturkan, bertepatan dengan INDOMOBIL Expo Bandung 2026, PLN baru saja meresmikan pengoperasian SPKLU ke-5.000 di Indonesia yang berlokasi di Tanjung Priok, Jakarta Utara.
“Kehadiran fasilitas tersebut semakin memperkuat kesiapan infrastruktur kendaraan listrik nasional. Sekaligus memberikan rasa percaya diri lebih besar bagi masyarakat untuk mulai beralih ke mobilitas elektrifikasi,” tutur Santiko.
Menurut Santiko, masyarakat Bandung terbuka terhadap inovasi dan perkembangan teknologi. INDOMOBIL Expo Bandung menjadi upaya INDOMOBIL dalam menyuguhkan pengalaman mobilitas listrik menyeluruh.
“Lebih dekat dan mudah di pahami, sekaligus relevan dengan kebutuhan mobilitas masyarakat saat ini,” ucapnya.
Dari Changan hingga Indomobil eMotor
Pada penyelenggaraan INDOMOBIL Expo Bandung, INDOMOBIL Group menghadirkan berbagai brand kendaraan listrik, mulai dari Changan, Citroën, GAC AION, Maxus, Volkswagen (VW), hingga Indomobil eMotor untuk kategori roda dua.
Beragam model turut di pamerkan. Di antaranya, AION V, AION UT, Hyptec HT, Changan Lumin, Changan Deepal S07, Citroën eC3, Maxus MIFA 9, Maxus MIFA 7, Volkswagen ID, Buzz, serta lini Indomobil eMotor.
Kehadiran berbagai pilihan ini memberikan opsi mobilitas lebih luas sesuai kebutuhan dan preferensi pengguna.
Selama rangkaian pameran, seluruh pengunjung 23 Paskal Shopping Center di ajak mencoba langsung pengalaman menggunakan kendaraan listrik melalui sesi test drive dan test ride.
Pengalaman ini memberikan kesempatan untuk merasakan karakter berkendara kendaraan listrik yang responsif dan senyap, kenyamanan kabin, serta efisiensi energi yang mendukung penggunaan harian.
INDOMOBIL Expo Bandung juga menghadirkan berbagai program kepemilikan untuk mempermudah konsumen dalam beralih ke kendaraan listrik.
Penawaran tersebut mencakup uang muka mulai 10 persen, bunga 0 persen hingga tenor 5 tahun, pilihan pembiayaan hingga 7 tahun, dan berbagai benefit tambahan.
Seperti, program loyalitas untuk pelanggan dalam ekosistem INDOMOBIL Group dan lucky dip selama periode pameran.
INDOMOBIL Expo Bandung juga menghadirkan berbagai program kepemilikan untuk mempermudah konsumen dalam beralih ke kendaraan listrik.
Penawaran tersebut mencakup uang muka mulai 10 persen, bunga 0 persen hingga tenor 5 tahun. Pilihan pembiayaan hingga 7 tahun, serta berbagai benefit tambahan seperti program loyalitas untuk pelanggan dalam ekosistem INDOMOBIL Group dan lucky dip selama periode pameran.
Jaringan Dealer
Di sisi lain, INDOMOBIL Group turut memperkuat komitmen melalui dukungan jaringan dealer serta layanan purna jual yang telah tersebar di berbagai kota besar, termasuk Bandung dan wilayah Jawa Barat.
Kehadiran ekosistem layanan ini memastikan bahwa pengalaman memiliki kendaraan listrik terjaga dan andal dalam jangka panjang.
“Transisi menuju kendaraan listrik tidak hanya berbicara mengenai produk, tetapi juga kesiapan ekosistem dan rasa percaya diri konsumen dalam menggunakannya untuk mobilitas sehari-hari,” kata Santiko.
Karena itu, ujar Santiko, INDOMOBIL terus memperkuat dukungan layanan, jaringan dealer, hingga pengalaman kepemilikan kendaraan listrik secara menyeluruh.
Harapannya, semakin banyak masyarakat yang dapat mempertimbangkan kendaraan listrik sebagai pilihan mobilitas dengan melihat langsung berbagai kemudahan dan manfaat yang kini tersedia.
Target INDOMOBIL terkait penjualan mobil listrik di Jawa Barat, Santiko mengatakan, optimistis meningkat, namun tergantung situasi dan kondisi.
“Target pameran ini, sebanyak-banyaknya. Karena kondisi. harga minyak naik, dolar naik, dan lain-lain,” ujarnya.
“Semaksimal mungkin kami dorong. Karena, di Jakarta, Yogyakarta, dan Surabaya, penjualan mobil listrik saat gelaran Indomobil Expo 2026 cukup bagus,” tutur Santiko.
Di tanya tentang pengaruh kenaikan nilai tukar rupiah terhadap dolar, Santiko menjawab singkat, pasti berpengaruh. “Jika harga dolar telah melewati range, mau tidak mau (harga kendaraan listrik) menyesuaikan,” ucapnya.






