Saeful Bachri: Kakao Layak Jadi Komoditas Andalan Jawa Barat Setelah Kopi

Sindojabar.com – Anggota Komisi II DPRD Jawa Barat, Saeful Bachri menyebut bahwa kakao Layak Jadi Komoditas Andalan Jawa Barat Setelah Kopi.

Sebab, katanya, pada West Java International Industry and Trade Expo (WIITEX) 2026 atau Pameran Kopi dan Kakao di di Exhibition Hall Summarecon Mall Bandung pada 12–14 Juni 2026 lalu.

Baca Juga:Saeful Bachri Dorong Transformasi Petani Kakao Bandung Melalui Studi Banding

Menurut Saeful Bachri, menilai bahwa kakao memiliki prospek yang sangat menjanjikan dan layak menjadi komoditas unggulan baru di Jawa Barat, sebagaimana kopi yang selama ini telah dikenal luas.

Ia juga menyebut Kabupaten Bandung siap mendukung program pengembangan kakao. Selain itu, daerah lain seperti Sumedang, Garut, dan Bogor dinilai memiliki potensi besar karena masih tersedia lahan yang dapat dimanfaatkan untuk budidaya.

“Selain Kabupaten Bandung, daerah seperti Sumedang, Garut, dan Bogor memiliki potensi yang besar. Masih banyak lahan yang dapat dimanfaatkan untuk pengembangan kakao, sehingga Jawa Barat berpeluang menjadi salah satu sentra produksi kakao nasional,” pungkasnya.

Menurutnya, pengembangan kakao di Kabupaten Bandung menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Saat ini sekitar 100 hektare lahan telah ditanami kakao, terutama di kawasan Pondok Pesantren Al Mukhlis, Nagrak, Kecamatan Cangkuang. Sementara di wilayah Arjasari, sejumlah lahan juga telah dimanfaatkan untuk budidaya tanaman tersebut.

Baca Juga:DPRD Jabar Evaluasi Rutilahu, Usulkan Tak Hanya Fokus Kawasan Kumuh

“Kabupaten Bandung sudah memiliki sekitar 100 hektare lahan kakao, terutama di kawasan Pondok Pesantren Al Mukhlis Nagrak Cangkuang. Di Arjasari juga banyak lahan gundul yang ditanami kakao. Tanaman ini memiliki perakaran yang baik sehingga cocok untuk membantu menghijaukan kembali lahan-lahan yang kurang produktif,” ujar Saeful Bachri.

Karena itu, Saeful mendorong Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk memberikan perhatian lebih serius terhadap pengembangan sektor kakao. Menurutnya, langkah tersebut akan memperkuat rantai pasok industri sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani di daerah.

Dengan potensi lahan yang luas, dukungan industri hilir, serta meningkatnya kebutuhan pasar, WIITEX 2026 diharapkan menjadi titik awal penguatan komoditas kakao sebagai salah satu kekuatan baru Jawa Barat dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan daya saing produk perkebunan di tingkat nasional maupun global. (*)