Musda Golkar Cianjur, Metty Triantika Dikabarkan Kantongi Rekomendasi DPP Pengajian Al-Hidayah

SindoJabar, Cianjur – Kandidat Ketua DPD Partai Golkar Cianjur periode 2026–2031, Ir Hj Metty Triantika MT dikabarkan mengantongi surat rekomendasi dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Pengajian Al-Hidayah. Rekomendasi itu bentuk dukungan terhadap pencalonan Metty pada Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Cianjur 2026.

Selain itu, DPP Pengajian Al-Hidayah merekomendasikan Metty Triantika dapat menjadi Ketua DPD Partai Golkar Cianjur. Hal itu berdasarkan pertimbangan Metty memiliki loyalitas, rekam jejak kepemimpinan, komitmen terhadap pemberdayaan perempuan, kompetensi, dan integritas.

Kabar tersebut diungkapkan Tatang Ruhyat, salah seorang tim pemenangan Metty Triantika yang akrab disapa Mang Dhea di Cianjur, Rabu (15/7/2026).

Mang Dhea yang juga menjabat Ketua PK Partai Golkar Kecamatan Sindangbarang mengatakan, dukungan dari organisasi pendiri Partai Golkar tersebut semakin memperkuat optimisme kubu Metty menjelang pelaksanaan musda.

“Rekomendasi dari DPP Pengajian Al-Hidayah ini menjadi salah satu bukti bahwa Bu Metty mendapatkan kepercayaan dari organisasi yang memiliki sejarah panjang bersama Partai Golkar. Ini tentu menjadi energi positif bagi seluruh tim,” kata Mang Dhea.

Menurutnya, dengan semakin menguatnya dukungan dari berbagai unsur organisasi dan mayoritas pemilik hak suara, peluang Metty Triantika yang juga Ketua DPD Pengajian Al-Hidayah Jawa Barat itu untuk bisa terpilih secara aklamasi, semakin terbuka.

“Kami optimistis musda dapat berlangsung dengan suasana sejuk dan demokratis. Kami berharap dapat berakhir dengan aklamasi sebagai bentuk konsensus bersama demi menjaga soliditas Partai Golkar di Kabupaten Cianjur,” ujarnya.

Musda Jujur Adil dan Sesuai Aturan

Mang Dhea berharap seluruh proses musda dapat berlangsung jujur, adil, dan sesuai aturan organisasi. Tanpa ada tindakan yang mencederai demokrasi internal partai.

Namun Mang Dhea menyesalkan ada dugaan praktik pergantian pengurus di sejumlah kecamatan menjelang musda. Menurutnya, itu di duga di picu oleh perbedaan pilihan politik.

“Kami berharap tidak ada lagi kecurangan atau pergantian pengurus hanya karena berbeda dukungan politik. Organisasi sebesar Partai Golkar harus di kelola berdasarkan aturan, bukan kepentingan sesaat,” ujarnya.

Mang Dhea juga mengkritisi tindakan oknum di lingkungan DPD Partai Golkar Cianjur yang di nilai telah merusak tatanan organisasi.

“Sangat kami sesalkan apabila ada oknum yang berusaha mempertahankan kekuasaan dengan cara-cara tidak sesuai mekanisme organisasi,” tutur Mang Dhea.

Dia mengatakan, pergantian pengurus di tengah jalan dengan berbagai modus hanya akan menimbulkan konflik internal.

“Dan merusak marwah Partai Golkar yang selama ini di bangun dengan semangat demokrasi dan kaderisasi,” ucapnya.

Mang Dhea mengajak seluruh kader Golkar Cianjur mengedepankan persatuan dan menghormati mekanisme organisasi agar musda benar-benar menjadi momentum konsolidasi, bukan ajang perpecahan.

Rekam Jejak Kepemimpinan

Sementara itu, berdasarkan surat rekomendasi Nomor B-10/DPP.Peng.Al-Hid/V/2026 tertanggal 12 Mei 2026, DPP Pengajian Al-Hidayah menilai Metty Triantika layak menjadi Ketua DPD Partai Golkar Cianjur periode 2026-2031.

Sebab, Metty memiliki loyalitas kepada organisasi, rekam jejak kepemimpinan dan komitmen memperkuat peran perempuan di Partai Golkar. Metty juga memiliki kemampuan manajerial dan integritas memadai.

Surat tersebut di tandatangani Ketua Umum DPP Pengajian Al-Hidayah Dr Ir Hetifah Sjaifudian MPP dan Sekretaris Jenderal Dr Iin Kandedes MA.