BANDUNG BARAT,Sindojabar.Com – Masalah pendidikan masih jadi persoalan klasik di Kabupaten Bandung Barat (KBB) yang perlu dituntaskan.
Khususnya dalam aspek sarana dan prasarana ruang kelas, dimana masih banyak sekolah yang kekurangan ruang kelas. Bahkan ada sekolah yang ruang kelasnya terancam roboh karena sudah lama tak pernah tersentuh perbaikan.
Seperti yang terlihat di SDN Girimukti yang berada di Kampung Rajamandala RT 03/12, Desa Mandala Mukti, Kecamatan Cikalongwetan, KBB. Sejumlah ruang kelas di sekolah ini rusak dan terpaksa tidak digunakan belajar karena rawan roboh.
Sehingga siswa terpaksa harus belajar bergiliran, akibat ruangan sekolah jumlahnya terbatas. Kerusakan sejumlah ruang kelas di SDN Girimukti ini sudah lama. Mirisnya meski sudah rusak dan tidak dipakai kegiatan belajar mengajar (KBM), belum ada perhatian dari Dinas Pendidikan KBB.
Total ruang kelas di SDN Girimukti ada enam ruangan dimana satu ruangan rusak berat karena sebagian sudah roboh. Sementara lima ruangan yang ada pun kondisinya mengalami rusak ringan, seperti atap plafon bolong, dinding dan lantai retak-retak.
Sementara kondisinya yang lumayan masih baik adalah ruang perpustakan dan ruang guru. Sedangkan lapangan upacara di tengah sekolah masih berupa tanah merah, sehingga berdebu di saat kemarau dan becek di kala musim hujan.
Permasalahan sebanyak 120 siswa di SD Girimukti pun tak berhenti sampai di situ. Pasalnya selain kekurangan ruang kelas belajar, fasilitas dan sarana prasarana MCK di sekolah ini pun tidak bisa digunakan.
Sehingga bagi siswa yang hendak buang air terpaksa harus ditahan. Atau jika mau mereka harus beranjak ke MCK umum masjid jami atau pesantren yang lokasinya di luar kompleks sekolah.
Total ada empat MCK di SDN Girimukti yang kondisinya semua rusak dan tidak bisa dipergunakan. Adapun satu MCK adalah untuk dipergunakan 11 guru plus tenaga pendidik, itupun kondisinya sudah mengalami rusak ringan.
Pihak sekolah bukannya tanpa daya dan upaya untuk mengatasi semua persoalan tersebut. Semua ikhtiar telah dilakukan untuk bisa mendapatkan bantuan rehab ruang kelas dari Dinas Pendidikan KBB, tapi keberuntungan masih belum berpihak.
Puluhan proposal rehab pun sudah dilayangkan pihak sekolah, namun lagi-lagi hingga kini belum ada realisasi. Terakhir ada rehab ruang kelas di SDN Girimukti terjadi pada tahun 2018, dan saat ini kondisi ruang kelas itu juga sudah mengalami kerusakan.
Harapan sempat muncul di tahun 2026, bahwa ruang kelas yang rusak berat akan dibangun. Namun lagi-lagi meski sudah ada list akan dapat bantuan bersama dua sekolah lainnya di wilayah tersebut, tapi alokasi untuk SDN Girimukti tidak ada sementara dua sekolah lain tetap dapat bantuan.
Guru dan orang tua siswa sangat khawatir dengan kondisi tersebut. Apalagi ruang kelas yang rusak parah dan rawan roboh posisinya berderet dengan dua ruang kelas lainnya. Sehingga jika roboh ditakutkan berdampak ke ruangan yang lain.
Anggota Komite SDN Girimukti Sukma Mulyana mengaku harap-harap cemas dengan kondisi ruang kelas yang rawan ambruk. Dikhawatirkan ada siswa yang sedang bermain dan masuk ke ruang kelas itu dan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
“Sudah lebih dari setahun kondisi itu, makanya pas MPLS kemarin jadi enggak maksimal karena kekurangan ruang kelas, jadi siswa belajar giliran,” ucapnya, Jumat (24/7/2026).
Biasanya ruang kelas yang rusak parah itu dipakai oleh kelas 1 dan 2, dan sekarang siswa terpaksa belajar di ruangan lain secara bergiliran. Kendati tidak sampai belajar hingga sore, tapi aktivitas KBM tetap tidak maksimal.
Sebagai orang tua siswa, dirinya berharap segera ada perhatian dari Pemda KBB melalui Dinas Pendidikan untuk memperbaiki ruang kelas tersebut. Jangan sampai menunggu ada jatuh korban terlebih dahulu, baru bertindak.
“Pengennya ruang kelas yang rusak segera diperbaiki, biar siswa belajarnya nyaman, orang tua juga tenang. Terlebih sekolah ini memang kekurangan ruang kelas,” imbuhnya. (*)






