Bandara Husein Masih Tutup, 1.365 Penumpang Terdampak Pembatalan Penerbangan

SindoJabar, BANDUNG – Bandara Husein Sastranegara masih tutup gegara dampak abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau, Senin (7/9/2026).

Sebanyak 1.365 penumpang terdampak pembatan 14 jadwal penerbangan penerbangan akibat penutupan bandara itu.

Sejumlah penumpang sempat mendatangi Bandara Husein untuk menanyakan kondisi penerbangan selanjutnya. Mereka berharap dapat segera berangkat menggunakan pesawat terbang.

General Manager Bandara Husein Sastranegara Granito W Hindrawan mengatakan, pembatalan jadwal penerbangan rute domestik menuju dan dari Bandung ke kota lain.

“Empat belas flight batal terbang, terdiri atas tujuh jadwal keberangkatan dan tujuh jadwal kedatangan,” kata Granito.

Granito menjelaskan, rute penerbangan kedatangan yang mengalami pembatalan yaitu Palembang, Kualanamu, Denpasar, Balikpapan, Surabaya, Pangandaran, dan Halim Perdanakusuma.

Sedangkan rute keberangkatan, yakni, Palembang, Denpasar, Surabaya, Balikpapan, Kualanamu, Halim Perdanakusuma, dan Pangandaran. “Total penumpang yang terdampak pembatalan itu 1.365 orang,” ujar Granito.

Perjalanan Kereta Api dan Whoosh Aman

Granito menuturkan, penertiban Notice to Airmen (NOTAM) berlaku sampai pukul 18.00 WIB. Bandara Husein Sastranegara memberikan recovery refreshment kepada penumpang berupa air mineral dan snack.

Saat ini bandara juga terus memantau pergerakan sebaran abu vulkanik di area landasan dengan melakukan paper test berkala.

Apabila hasil pengujian menunjukkan indikasi negatif abu vulkanik, pengelola segera melakukan pembersihan area runway dan pembukaan kembali operasional penerbangan secara bertahap.

Sementara itu, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, untuk ke Bandung, para penumpang penerbangan beralih menggunakan kereta api atau kereta cepat Whoosh di tengah penutupan Bandara Husein Sastranegara.

“Semua lancar, baik yang menggunakan Whoosh dari Jakarta maupun dari Bandung ke arah timur maupun ke arah barat. Jadi kereta api aman,” kata Wali Kota.

Farhan menyatakan permukaan landasan di Bandara Husein Sastranegara sudah tidak terdapat abu vulkanik. Namun di udara masih terdapat abu vulkanik sehingga belum dilakukan penerbangan pesawat.