Sindojabar.com – Harga emas batangan Antam kembali mengalami tekanan pada perdagangan Jumat, 15 Mei 2026. Penurunan harga kali ini cukup signifikan dan langsung menjadi perhatian investor maupun masyarakat yang rutin memantau pergerakan logam mulia.
Berdasarkan pembaruan harga terbaru, emas Antam turun Rp20.000 per gram dibandingkan perdagangan sebelumnya. Kini, harga emas Antam berada di level Rp2.819.000 per gram.
Penurunan ini sekaligus memicu spekulasi di kalangan investor terkait peluang “serok bawah” sebelum harga kembali mengalami penguatan dalam beberapa hari ke depan.
Tak hanya harga jual, nilai buyback atau pembelian kembali oleh Antam juga ikut terkoreksi. Saat ini, harga buyback berada di posisi Rp2.636.000 per gram.
Kondisi tersebut membuat banyak pemburu investasi emas mulai kembali melirik logam mulia sebagai instrumen penyimpan nilai jangka panjang di tengah ketidakpastian ekonomi global dan fluktuasi nilai tukar rupiah.
Berikut rincian harga emas Antam terbaru Jumat, 15 Mei 2026:
0,5 gram: Rp1.459.500
1 gram: Rp2.819.000
2 gram: Rp5.578.000
3 gram: Rp8.342.000
5 gram: Rp13.870.000
10 gram: Rp27.685.000
25 gram: Rp69.087.000
50 gram: Rp138.095.000
100 gram: Rp276.112.000
250 gram: Rp690.015.000
500 gram: Rp1.379.820.000
1.000 gram: Rp2.759.600.000
Analis menilai koreksi harga emas saat ini dipengaruhi oleh pergerakan pasar global, termasuk penguatan dolar AS dan aksi ambil untung investor setelah harga emas sempat menyentuh level tinggi dalam beberapa waktu terakhir.
Meski turun, emas masih dianggap sebagai aset lindung nilai yang relatif aman untuk jangka panjang. Banyak investor justru memanfaatkan momentum penurunan harga untuk menambah portofolio investasi mereka.
Masyarakat yang ingin melakukan transaksi emas juga diimbau memperhatikan ketentuan pajak terbaru.
Untuk transaksi buyback di atas Rp10 juta, akan dikenakan potongan PPh 22 sebesar 1,5 persen sesuai aturan yang berlaku.
Dengan tren harga yang fluktuatif, investor disarankan tetap memantau pergerakan pasar dan membeli emas sesuai profil risiko serta tujuan investasi masing-masing.






