SindoJabar, BANDUNG – Suara dentuman mengejutkan warga Kota Bandung dan sekitarnya pada pukul 23.00 WIB hingga 03.00 WIB, Jumat-Sabtu (4-5/9/2026).
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyebut, suara dentuman itu disebabkan oleh aktivitas erupsi menerus Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda.
Lantas bagaimana penjelasannya hingga suara dentuman akibat erupsi Gunung Anak Krakatau bisa sampai ke Bandung?
PVMBG menjelaskan, walaupun Gunung Anak Krakatau berjarak sekitar 700 kilometer dari Bandung, tetapi gelombang suara atau tekanan udara frekuensi rendah dari erupsi itu dapat merambat jauh melalui atmosfer.
Lapisan atmosfer dan angin dapat membelokkan suara. Hal itu disebabkan oleh perubahan suhu, tekanan, dan angin di ketinggian.
Artinya, suara dentuman bisa turun kembali jauh dari sumber atau Gunung Anak Krakatau. Karena itu, beberapa wilayah pesisir yang lebih dekat dengan Gunung Anak Krakatau belum tentu mendengar jelas dentuman tersebut.
Kaca Bergetar
PVMBG menjelaskan, suara dentuman frekuensi rendah yang terdengar oleh warga Bandung dan sekitarnya, depat membuat kaca bergetar.
Keterangan PVMBG ini sesuai dengan kesaksian warga. Saat dentuman misterius terdengar, warga menyebut kaca jendela dan lemari turut bergetar.
Nur Shabrina, warga Kopo, Nur Shabrina, Kota Bandung mengatakan, suara dentuman terdengar cukup keras sekitar pukul 23.00 WIB.
“Kedengeran (suara dentuman). Tapi aku gak ngeuh itu dentuman. Kirain teh cuma angin gede. Ada 15 menit, jam 11 malem lewat,” kata Nur Shabrina.
Kesaksian serupa disampaikan Rachmadi, warga Antapani, Bandung. Suara dentuman terdengar menggelegar dan terasa getaran cukup kuat. “Iya kenceng banget suara dentuman,” kata Rachmadi.
Fenomena suara dentuman ini tidak hanya terdengar di kawasan Kopo dan Antapani, namun juga di beberapa kawasan Kota Bandung.






