SindoJabar.com – Sebanyak 500 penumpang Kereta Api (KA) Ciremai relasi Semarang-Tawang-Bandung dievakuasi ke Stasiun Rende untuk melanjutkan perjalanan menggunakan bus menuju Bandung, Rabu (1/4/2026).
Langkah evakuasi dilakukan setelah KA Ciremai terjebak tanah longsor di jalan petak Maswati-Sasaksaat, KM 142+8/9 pada Rabu (1/4/2026) sekitar pukul 14.53 WIB.
Lokasi kejadian berada Kampung Cihanjuang RT 03/20, Desa Mandalasari, Kecamatan Cikalongwetan, Kabupaten Bandung Barat (KBB), wilayah kerja PT KAI Daop II Bandung.
Kapolsek Cikalongwetan AKP Deden Indrajaya mengatakan, seluruh penumpang selamat. “KA Ciremai yang terjebak longsor di evakuasi menggunakan alat berat crane,” kata Kapolsek.
AKP Deden menjelaskan, anggota Polsek Cikalongwetan mengecek tempat kejadian perkara (TKP) kejadian kereta api Ciremai yang mengalami gangguan perjalanan akibat imbas tanah longsor.
“Lokomotif dengan nomor CC206 1366 dari Depo Induk SMC terdorong material longsoran dan anjlok dari rel,” ujar AKP Deden.
Data personel KA Ciremai, masinis Septianda Ilham (40), warga Jalan Slamet Riyadi 12 Pancuran, Sukapura, Kota Cirebon. Asisten masinis FX Ade Navy (29), warga Perum TNI AL Blok F 8 No 25 Sidoarjo.

Kronologi Kejadian
Kronologi kejadian, tutur Kapolsek, pada pukul 14.53 WIB, KA Ciremai berhenti sementara di petak jalan Maswati-Sasaksaat akibat longsoran tanah menutupi jalur rel.
Pada pukul 15.15 WIB, lokomotif terdorong material longsoran sehingga anjlok. “Kami beserta anggota segera bergerak untuk penanganan, termasuk persiapan evakuasi dan koordinasi dengan pihak terkait,” tutur Kapolsek.
Saat ini, kata AKP Deden, proses evakuasi lokomotif sedang berlangsung menggunakan alat berat crane.
Gangguan terjadi akibat hujan lebat dan kondisi alam yang di luar kendali operasional KAI.
“Untuk sementara, petak jalan Maswati-Sasaksaat tidak dapat di lalui oleh kereta api hingga proses penanganan selesai,” ucap AKP Deden.
Kapolsek menyatakan, telah berkoordinasi erat dengan PT KAI dan pihak terkait untuk mempercepat penanganan. Petugas mengutamakan aspek keselamatan agar perjalanan kereta api dapat kembali normal secepat mungkin.
“Proses pembersihan material longsoran dan evakuasi lokomotif sedang berlangsung,” ujarnya.






