ARS University Gelar Orientasi Mahasiswa Baru Bertema “Bara Rona, Menyalakan Api Semangat”

SindoJabar, BANDUNG – ARS University kembali menggelar Orientasi Mahasiswa Baru (ORIENTARS PKKMB) tahun ajaran 2026/2027 dengan tema “Bara Rona, Menyalakan Api Semangat”, Sabtu (3/10/2026).

Kegiatan hari pertama menjadi ruang awal bagi mahasiswa baru untuk mengenal kehidupan kampus sekaligus memahami pentingnya api semangat untuk memperkuat karakter, budaya, dan tanggung jawab sebagai mahasiswa.

Rektor ARS University Prof Dr H Purwadhi MPd membuka acara dengan sambutan berisi motivasi dan harapan besar kepada mahasiswa baru untuk menjadi generasi yang tangguh, berkarakter, dan berdaya saing global.

Selain Rektor, hadir pula jajaran pimpinan ARS University. Antara lain, Wakil Rektor Bidang Akademik Prof Dr HA Rohendi MH MM; Wakil Rektor Bidang Non Akademik Dr Ade Mubarok MKom MM.

Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Inovasi Ign Wiseto P Agung PhD dan Wakil Rektor Bidang PPM dan Kampus Berdampak Maxi Ary MKom PhD. Serta Dekan Fakultas dan Ketua Program Studi di lingkungan ARS University.

Rektor ARS University Prof Dr H Purwadhi MPd mengatakan, kehidupan di perguruan tinggi memiliki perbedaan dengan saat masih SMA atau SMK.

“Mahasiswa tidak lagi hanya menerima arahan sebagaimana siswa di sekolah. Memasuki dunia perguruan tinggi, mahasiswa dituntut lebih mandiri dalam belajar, mengambil keputusan, dan bertanggung jawab terhadap pilihan yang dibuatnya,” kata Rektor ARS University.

Bara Rona adalah Pengingat

Prof Purwadhi menyatakan, tema “Bara Rona” dipilih sebagai pengingat bahwa pendidikan tidak hanya berkaitan dengan pencapaian akademik. Di tengah perkembangan zaman dan digitalisasi, mahasiswa perlu memiliki etika, karakter, dan tetap berpijak pada nilai-nilai budaya dalam menjalani kehidupan.

“Nilai-nilai dan budaya di ARS University Bandung meliputi budaya kampus (ARS Culture). Nilai-nilai inti seperti integritas, empati, dan profesionalisme,” ujar Prof Purwadhi.

Rektor ARS University menanamkan ARS Culture bagi seluruh sivitas akademika (ARSnesia). Seperti We are family alias menjunjung tinggi kebersamaan dan rasa kekeluargaan.

Delivering the best atau selalu memberikan yang terbaik dalam setiap tindakan dan pelayanan. Continues Improvement atau berkomitmen melakukan perbaikan dan pengembangan diri secara terus-menerus.

“Kami juga menanamkan nilai bagi fakultas yakni, integritas alias menjunjung tinggi kejujuran, etika, dan tanggung jawab. Empati atau mengutamakan kepedulian dan pelayanan humanis. Profesionalisme yakni bekerja dan bersikap dengan standard keahlian serta kompetensi tinggi,” tutur Rektor.

Sementara itu, Warek Bidang Non Akademik Dr Ade Mubarok MKom MM mengatakan, OrientARS rutin dilaksanakan setiap tahun saat mahasiswa baru masuk menjadi bagian dari keluarga ARS University.

“Hal itu sudah menjadi tradisi di perguruan tinggi, dulu setiap maba perlu di ospek. Tetapi karena kesan kegiatan tersebut kurang bagus, kemudian diganti menjadi orientasi mahasiswa baru alias pengenalan kehidupan kampus,” kata Dr Ade Mubarok.

Hard Skill-Soft Skill-Character Skill

Dr Ade menyatakan, jumlah mahasiswa baru (Maba) tahun 2026/2027 sebanyak 414 untuk S1 dan D3, serta 181 untuk Pascasarjana. “Jadi secara keseluruhan tahun ini berjumlah 595 mahasiswa baru,” ujarnya.

Kegiatan pertama, tutur dr Ade, pemaparan materi tentang kehidupan berbangsa, bernegara, jati diri bangsa, dan pembinaan kesadaran bela bangsa. Materi ini di sampaikan oleh Ir H Ferdiasyah Muhammad MT.

Materi kedua tentang kekerasan seksual di lingkungan kampus oleh Ari Saprudin SM. “Intinya kami menekankan pada kehidupan mahasiswa tidak hanya berorientasi pada nilai akademik. Mahasiswa juga perlu mengembangkan kemampuan hard skill, soft skill, character skill. Serta etika sebagai bekal menghadapi kehidupan di kampus dan dunia kerja,” tutur Dr Ade.

Selain itu, kata Dr Ade, menjadi perguruan tinggi unggul tidak hanya berkaitan dengan kemampuan akademik.

“Kemampuan untuk beradaptasi terhadap perubahan lingkungan, perkembangan teknologi, dan kemajuan ilmu pengetahuan penting dalam membangun institusi bertahan dan berkembang,” ucapnya.