SindoJabar, BANDUNG – Anggota DPR RI, Atalia Praratya, mendesak Polda Jawa Barat segera menemukan dan menyelamatkan seorang anak yang diduga menjadi korban kekerasan seksual oleh ayah kandungnya sendiri. Desakan itu menyusul belum diketahuinya keberadaan anak tersebut sejak 28 September 2026.
Atalia menyampaikan, desakan itu setelah menerima pengaduan dari ibu korban bersama tim Jabar Bantuan Hukum (JBH). Dalam pengaduan tersebut, ibu korban turut menyerahkan sejumlah dokumen pemeriksaan medis dan hasil visum yang, menurut keterangan Atalia, mengindikasikan adanya luka fisik pada tubuh anak.
Baca Juga:Atalia dan Ridwan Kamil Absen di Sidang Perdana Perceraian
Atalia mengatakan, berdasarkan informasi yang diterimanya, pemeriksaan medis menunjukkan adanya luka berupa sobekan, kemerahan, hingga infeksi gonore yang disebut ditemukan pada korban.
“Yang paling krusial dan mendesak saat ini adalah sejak 28 September, korban ini dibawa entah ke mana dan sampai detik ini keberadaannya belum diketahui,” kata Atalia, Selasa (20/10/2026).
Menurutnya, dugaan kekerasan seksual tersebut telah dilaporkan ke Polda Jabar pada 28 September. Persoalan itu juga telah disampaikan kepada Komisi Nasional Perlindungan Anak.
Baca Juga:Tedy Rusmawan Soroti Banjir Tahunan di Bandung Raya, Desak Penanganan Jadi Prioritas
Ia mengatakan, ibu korban turut menceritakan bahwa anaknya beberapa kali memperagakan dugaan tindakan kekerasan yang dialaminya. Korban disebut sempat menggambarkan adanya benda yang diduga dimasukkan ke area kemaluannya.
Atas kondisi tersebut, Atalia meminta Polda Jabar, khususnya Direktorat Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA), mengoptimalkan upaya pencarian serta memastikan keselamatan korban.
“Dapatkan segera, saya mohon, dan selamatkan anak dari tangan terduga pelaku,” ucapnya.
Selain meminta korban segera ditemukan, Atalia mendorong agar proses hukum berjalan transparan, objektif, dan profesional. Ia menegaskan, profesi terduga pelaku sebagai dokter tidak boleh memengaruhi penanganan perkara.
Baca Juga:KPID Jabar Dorong Siaran Ramah Perempuan dan Anak di Tengah Disrupsi Informasi
Atalia juga meminta agar korban dan keluarganya memperoleh pendampingan menyeluruh, termasuk untuk pemulihan fisik dan psikologis. Menurutnya, privasi keluarga korban harus dilindungi karena mereka disebut mengalami kekhawatiran dan ketakutan.
“Saya sebagai seorang ibu, sebagai seorang perempuan, mendorong dengan sangat kepada seluruh jajaran kepolisian di Polda Jabar dan seluruh pemangku kepentingan untuk memastikan anak ini segera ditemukan dan diselamatkan,” ungkapnya.
Atalia mengajak masyarakat ikut mengawal penanganan perkara tersebut hingga anak ditemukan dan mendapatkan perlindungan yang semestinya.
“Mari kita kawal bersama sampai anak ini selamat dan keadilan betul-betul dapat ditegakkan,” pungkasnya. (*YM)






