SindoJabar, BANDUNG – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) telah memberikan izin untuk 24 rute penerbangan di Bandara Husein Sastranegara Kota Bandung. Bahkan, Kemenhub juga bakal memberi izin penerbangan internasional.
Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi mengatakan, Kemenhub bersama Pemprov Jabar sepakat mengaktifkan kembali Bandara Husein untuk melayani penerbangan domestik dan internasional.
“Kami sepakat mengaktifkan kembali Bandara Husein untuk penerbangan domestik dan insternasional,” kata Mehub di sela-sela groundbreaking Bus Rapid Transit (BRT) di Terminal Leuwipanjang, Rabu (22/7/2026).
Dudy menyatakan, Kemenhub mendukung penuh Pemprov Jabar terkait reaktivasi Bandara Husein Sastranegara.
Selain itu, ujar Dudy, Kemenhub dan Pemprov Jabar bakal memikirkan langkah terbaik terbaik untuk terkait Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati.
“Kami berikan izin kalau saya tidak salah sekitar 20 atau 24 rute (penerbangan) domestik. Sesuai permintaan pak gubernur, kami juga akan memberikan izin penerbangan internasional regional,” ujar Dudy.
Reaktivasi Mulai Agustus 2026
Menhub menuturkan, reaktivasi Bandara Husein Sastranegara mulai Agustus 2026. Secara infrastruktur harus siap melayani penerbangan domestik dan internasional.
“Kami harus memastikan betul (kesiapan infrastruktur bandara) karena demi keselamatan dan keamanan pengguna Bandara Husein,” tutur Menhub.
Sementara itu, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi mengatakan, telah berkomunikasi dengan Presiden Prabowo Subianto membahas Bandara Kertajati.
Hasilnya, bandara Kertajati bakal dijadikan sebagai pusat industri pertahanan dirgantara Indonesia.
“Jadi (BIJB Kertajati) digunakan untuk pesawat-pesawat militer. Kami juga berharap seluruh industri pertahanan dalam negeri termasuk PTDI, Pindad. Nanti semua berpusat di Kertajati. Nanti Husein fokus menjadi bandara komersial,” kata Gubernur.
Dedi menjelaskan, penerbangan haji dan umrah di Jawa Barat tetap di Bandara Kertajati Majalengka.






