Jalan Soekarno-Hatta Bandung Gelap, Wali Kota Farhan: 4.000 Lampu PJU Segera Terpasang

SindoJabar, BANDUNG – Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung yang membentang sepanjang 18,46 km, Jalan Soekarno-Hatta membentang dari Bundaran Cibeureum hingga Bundaran Cibiru, gelap di sejumlah titik.

Kondisi tersebut menyebabkan Jalan Soekarno-Hatta rawan k

ecelakaan lalu lintas. Bahkan rawan kriminalitas. Sejumlah kecelakaan maut dan kriminalitas pernah terjadi di sepanjang jalan ini.

Untuk mengatasi kondisi Jalan Soekarno-Hatta yang gelap di sejumlah titik, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, Pemkot Bandung ak

an membenahi sistem Penerangan Jalan Umum (PJU) dan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO).

“Jalur utama Jalan Soekarno-Hatta hingga flyover Kopo menjadi prioritas utama pembenahan,” kata Wali Kota Bandung, Senin (10/8/2026).

Farhan menyatakan, kepastian ini didapat usai tercapai kesepakatan dan koordinasi antara Pemkot Bandung, Pemprov Jabar, Kementerian Pekerjaan Umum (PU), dan Komisi V DPR RI.

“Untuk PJU, alhamdulillah sudah tercapai kesepakatan dan koordinasi antara pemerintah pusat melalui Komisi V DPR RI, bersama Kementerian PU, Dishub Jawa Barat, dan Dishub Kota Bandung,” ujar Farhan.

Jalan Soekarno-Hatta
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan. (FOTO: ISTIMEWA)

Prioritas Jalan Soetta

Pemkot Bandung, tutur Farhan, akan memprioritaskan pembenahan PJU di sepanjang Jalan Soekarno-Hatta, sesuai arahan Gubernur Jabar Dedi Mulyadi.

Farhan menuturkan, perbaikan PJU di sepanjang Jalan Soekarno-Hatta mencakup area yang cukup luas dengan jumlah ribuan titik penerangan.

“Banyak. Totalnya sekitar 4.000 titik. Kiri, kanan, dan tengah. Termasuk jembatan di atas (Flyover Kopo). Semuanya,” tutur Farhan.

Wali Kota mengatakan, pembenahan sistem PJU, tak hanya mengandalkan APBD, Pemkot Bandung juga mengupayakan dana dari APBN. Tujuan agar jalan-jalan yang terhubung langsung dengan Jalan Soekarno-Hatta.

Selain itu, kata Wali Kota, Pemkot Bandung akan menerapkan sistem managed service bekerja sama dengan pihak swasta guna mempercepat penanganan PJU rusak.

Menurut Wali Kota, selama ini yang menjadi masalah adalah ketika lampu rusak atau mati, butuh waktu, paling tidak sampai seharian untuk melaporkan melalui 112.

“Kalau nanti sistem teknologi managed service ini berjalan, kita akan memiliki semacam command center atau dashboard yang bisa digabungkan dengan Bandung Command Center atau ATCS Dishub,” ucap Wali Kota.

2 JPO Baru

Dengan sistem terintegrasi tersebut, ujar Farhan, petugas pemeliharaan bisa langsung di terjunkan ketika indikator kerusakan muncul di dashboard.

Targetnya, kesepakatan kontrak managed service ini rampung pada 2026 ini. “Harus tahun ini sudah ada kesepakatan supaya kita bisa menjalankannya selama tiga tahun. Managed service sesuai aturan, masa berlaku kontrak harus di sesuaikan dengan masa jabatan kepala daerah,” ujar Farhan.

Wali Kota memastikan Pemkot Bandung segera membangun dua Jembatan Penyebarangan Orang (JPO) baru di lokasi strategis. Yaitu, di depan SMKN 7 dan SMKN 9. Tujuannya agar masyarakat terutama pelajar, aman saat menyeberang jalan.

“Itu sudah pasti akan di bangun. Yang lainnya nanti kami akan bekerja sama dengan pemerintah provinsi dan pusat,” tutur Wali Kota.