Kemenkes Angkat Bicara soal Kasus Dugaan Kelalaian Perawat RSHS Bandung

Jawa Barat62 Dilihat

SindoJabar.com – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) angkat bicara soal dugaan kelalaian perawat RS Hasan Sadikin (RSHS) Bandung yang memberikan bayi kepada orang lain bukan ke ibu kandungnya Nina Saleha.

Direktur Jenderal Kesehatan Lanjutan (Dirjen Keslan) Kemenkes dr Azhar Jaya mengatakan, berdasarkan informasi, tim RSHS telah menemui Nina Saleha (37) ibu dari bayi tersebut di rumahnya.

“RSHS berinisiatif berkunjung ke rumah keluarga pasien dan diterima dengan baik. Dalam pertemuan tersebut, tim RS memberikan ucapan selamat atas kelahiran dan kesehatan anak ibu Nina. RSHS juga menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan selama mendapatkan pelayanan,” kata dr Azhar, Kamis (9/4/2026) malam.

dr Azhar menjelaskan, terkait kejadian yang menimpa Nina, RSHS akan melakukan evaluasi terhadap pelayanan kesehatan.

“Terhadap konten di medsos yang viral akan menjadi bahan evaluasi bagi RSHS untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan agar kejadian serupa tidak berulang,” ujar Azhar.

Sebelumnya, video seorang ibu muda berinisial NS mengeluhkan tindakan oknum perawat di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung di duga lalai memberikan bayinya ke orang lain, viral di media sosial (medsos).

NS, ibu muda asal Cicalengka yang kini tinggal di Kota Cimahi, mengunggah video di akun TikTok miliknya @nindy5760.

Belum 24 jam, unggahan NS terkait keluhan terhadap tindakan oknum perawat RSHS Bandung telah di tonton lebih dari 1,2 juta netizen.

Unggahan itu pun di sukai lebih dari 74.000 pengguna TikTok dan dibanjiri ribuan komentar.

Perawat Berikan Bayi ke Orang Lain

Dalam video tersebut, NS menggunakan bahasa Sunda menceritakan kronologi kejadian yang di alaminya.

Kejadian berawal saat NS membawa bayinya yang mengalami kondisi kuning di rawat di RSHS Bandung. Setelah beberapa hari menjalani perawatan, bayi NS di perbolehkan pulang.

Namun, hingga siang, NS tak kunjung di panggil oleh perawat sehingga dia turun ke bawah untuk mencari makan karena lapar.

Tetapi, NS merasakan firasat tak enak sehingga buru-buru kembali ke atas untuk melihat bayinya.

Firasat itu benar, ternyata bayinya di bawa orang lain. NS mengambil kembali bayinya dan protes kepada perawat.

Oknum perawat beralasan memberikan bayi itu ke orang lain karena telah beberapa kali memanggil NS tapi tak kunjung datang.

Tentu saja jawaban itu membuat NS marah. Dia protes keras atas kelalaian perawat tersebut.