SindoJabar.com – Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto takziah ke rumah duka Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar di Kota Cimahi, Rabu (1/4/2026). Kapten Inf Zulmi merupakan salah satu prajurit TNI yang gugur akibat serangan Israel di Lebanon Selatan
Agus datang bersama istri dan sejumlah pejabat Mabes TNI. Sesampainya di rumah duka Agus langsung menemui keluarga dari Kapten Zulmi.
Agus mengatakan, akan memberikan kenaikan pangkat luar biasa (KPLB) kepada almarhum Kapten Inf Zulmi bersama beberapa prajurit lainnya yang gugur saat menjalankan misi perdamaian PBB di Lebanon.
“TNI akan memberikan KPLB kepada seluruh prajurit yang gugur dalam tugas,” kata Panglima TNI.
Selain itu, Jenderal TNI Agus Subiyanto akan memberikan beasiswa pendidikan untuk anak-anak prajurit sampai mereka dewasa nanti.
“Asabri akan memberikan santunan Rp350 juta. Kemudian beasiswa untuk anak-anak prajurit Rp30 juta. Semua anak prajurit akan kami perhatikan sampai besar nanti,” ujar Jenderal TNI Agus Subiyanto.
Kemudian, tutur Panglima, gaji semua prajurit akan diberikan 12 bulan penuh 100 persen. “Ada tabungan hari tua yang dihitung oleh TMT berdinas di militer,” tutur Panglima.
Jenderal TNI Agus Subiyanto mengatakan, Mabes TNI tengah memproses pemulangan jenazah Kapten Zulmi dan prajurit lainnya yang gugur. “Kami segera mengurus pemulangan ke Indonesia,” ucap Jenderal TNI Agus.
Prajurit Terluka Masih Dirawat
Panglima memastikan, beberapa prajurit yang terluka akibat serangan Israel tersebut, dalam penanganan medis.
“Sudah ada di rumah sakit, di rawat dengan baik. Kita doakan semuanya cepat sembuh,” ujar Panglima.
Di ketahui, tiga anggota TNI yang tengah menjalankan misi perdamaian United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) di Lebanon Selatan, gugur akibat serangan Israel pada kendaraan, Senin (30/3/2026).
Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen Aulia Dwi Nasrullah mengatakan, tiga prajurit yang gugur, antara lain, Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar, Sertu Muhammad Nur Ichwan, dan Praka Farizal Rhomadhon.
Dalam pernyataannya, UNIFIL menyampaikan prajurit TNI, Praka Farizal Rhomadhon, tewas akibat ledakan proyektil di dekat salah satu pos Indonesia di Desa Adchit Al Qusayr pada Minggu (29/3/2026).
Sedangkan dua prajurit TNI gugur pada Senin (30/3/2026) akibat ledakan dari sumber yang belum di ketahui pasti, di duga kuat serangan Israel.
Dari TNI, ujar Mayjen Aulia, laporan dari daerah penugasan, ledakan yang menewaskan dua prajurit TNI terjadi saat Tim Escort Kompi B Satgas Yonmek XXIII-S/UNIFIL yang tergabung dalam Sector East Mobile Reserve (SEMR) melaksanakan pengawalan konvoi Combat Support Service Unit (CSSU).
Pengawalan itu dalam rangka tugas memberikan dukungan dari Mako Sektor Timur UNIFIL United Nations Post (UNP) 7-2 menuju Mako Satgas Yonmek TNI Konga XXIII-S/UNIFIL di UNP 7-1.
“Insiden terjadi di tengah eskalasi konflik tinggi. Terjadi ledakan pada kendaraan yang mengakibatkan gugurnya Prajurit TNI atas nama Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu Muhammad Nur Ichwan,” kata Mayjen TNI Aulia dalam keterangan tertulis, Selasa (31/3/2026).
Tingkatkan Kewaspadaan
Insiden itu juga mengakibatkan dua prajurit lainnya mengalami luka, yaitu, Lettu Inf Sulthan Wirdean Maulana dan Praka Deni Rianto. Keduanya dalam penanganan medis di Rumah Sakit St George Beirut, Lebanon.
Mayjen TNI Aulia menuturkan, TNI dalam melaksanakan penugasan Pasukan Pemeliharaan Perdamaian tetap mengutamakan keselamatan prajurit. Dengan meningkatkan kewaspadaan sesuai Standard Operating Procedure (SOP) UNIFIL.
“Untuk mengetahui penyebab insiden tersebut UNIFIL saat ini sedang melaksanakan investigasi. TNI juga memonitor perkembangan situasi dan menyiapkan langkah-langkah kontijensi di hadapkan pada dinamika di Lebanon,” tutur Mayjen TNI Aulia.






