SindoJabar.com – Polda Jabar menahan sejumlah terduga pelaku kerusuhan saat peringatan Hari Buruh Se-Dunia atau May Day 2026 di Kota Bandung pada Jumat (1/5/2026) malam. Saat ini, para terduga perusuh itu diperiksa intensif penyidik.
Namun sampai saat ini, Polda Jabar belum memberikan data jumlah terduga perusuh yang ditahan tersebut.
Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Hendra Rochmawan mengatakan, penyidik masih mendalami motif kerusuhan yang terjadi pada Jumat malam di Cikapayang dan Tamansari.
“Masih kami dalami dan lengkapi,” kata Kabid Humas kepada wartawan, Sabtu (2/5/2026).
Kombes Hendra juga belum memberikan data jumlah terduga perusuh ditangkap.
Sebelumnya, polisi menangkap sejumlah terduga pelaku perusakan fasilitas umum di kawasan Cikapayang dan Tamansari, Kota Bandung.
Kerusuhan pecah seusai massa mahasiswa menggelar aksi unjuk rasa di DPRD Jabar, Jalan Diponegoro. Kelompok berpakaian hitam dan penutup wajah menyusup di antara mahasiswa.
Namun, setelah mahasiswa membubarkan diri, massa berpakaian hitam melanjutkan aksi di Cikapayang. Di sini mereka merusak fasilitas umum, traffic light.
Bahkan mereka membakar pos polisi, kedai roti, dan videotron. Aksi massa berpakaian hitam semakin brutal pada Jumat malam. Mereka memblokade jalan dengan dahan pohon dan traffic cone.
Saat aparat keamanan datang untuk membubarkan aksi anarkistis tersebut, massa berpakaian hitam melakukan perlawanan. Mereka melempari aparat dengan batu.
Kelompok Anarko
Petugas terus merangsek sambil menembakkan gas air mata. Massa anarkistis berlarian. Tak sedikit juga yang tertangkap.
Aparat memeriksa barang bawaan kelompok itu. Di tas salah seorang pelaku, petugas menemukan molotov dan benda berbahaya lainnya.
Kapolda Jabar Irjen Pol Rudi Setiawan menyebut pelaku kerusuhan saat peringatan Hari Buruh Se-Dunia atau May Day 2026 di Kota Bandung merupakan kelompok Anarko.
Kelompok dengan ciri berpakaian hitam dan penutup wajah ini tidak menyampaikan pendapat dan aspirasi untuk memperingati May Day 2026.
Mereka turun ke jalan hanya dengan satu tujuan, melakukan kerusuhan dan merusak fasilitas umum.
Seperti yang mereka lakukan di kawasan Cikapayang-Tamansari, Kota Bandung pada Jumat (1/5/2026) malam. Kelompok Anarko membakar pos polisi, kedai roti, dan videotrone.
“Kalau melihat ciri-cirinya saya beranggapan atau menilai itu dari kelompok mereka (Anarko). Mereka membawa bahan bakar, molotov, dan melakukan perusakan,” kata Kapolda Jabar.
Irjen Rudi menjelaskan, kelompok Anarko sama sekali tak menyampaikan pendapat. Mereka hanya bertujuan untuk melakukan perusakan.
“Ini (kelompok anarko) berorasi? Enggak. Memperjuangkan kelompok buruh? Tidak. Menyampaikan pendapat juga Tidak. Yang ada perusakan,” ujar Irjen Rudi.






