Polisi Usut Kasus Bayi Nina Saleha Nyaris Dibawa Orang Lain di RSHS Bandung

Headline, Jawa Barat83 Dilihat

SindoJabar.com – Satreskrim Polrestabes Bandung mengusut atau menyelidiki kasus dugaan kelalaian perawat RS Hasan Sadikin (RSHS) Bandung sehingga bayi Nina Saleha nyaris dibawa orang lain.

Kasat Reskrim Polretabes Bandung, AKBP Anton mengatakan, penyidik telah meminta keterangan ke pihak rumah sakit.

“Minggu kemarin (12/4/2026) kami sudah datangi rumah sakit (RSHS Bandung),” kata Kasatreskrim kepada wartawan, Senin (13/4/2026).

AKBP Anton menyatakan, penyidik melakukan pemeriksaan untuk mengetahui Standard Operasional Prosedur (SOP) keperatawan bayi di rumah sakit milik pemerintah tersebut.

Namun, AKBP Anton belum dapat membeberkan hasil pemeriksaan tersebut. “Kami masihlakukan penyelidikan,” ujar AKBP Anton.

Kasatreskrim menuturkan, penyidik belum meminta keterangan dari Nina Saleha, ibu dari bayi yang nyaris di bawa kabur orang lain.

“Selain itu, sampai saat ini, Polrestabes Bandung belum menerima laporan resmi dari ibu bayi (Nina Saleha),” tutur Kasatreskrim.

Tampik Indikasi Tindak Pidana

Sebelumnya, Manajemen Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung menjawab soal indikasi tindak pidana penjualan bayi atau human trafficking dalam kasus kelalaian perawat.

Direktur Utama RSHS Bandung dr Rachim Dinata Marsidi SpB Finac MKes mengatakan, memastikan kejadian dialami Nina Saleha yang bayinya nyaris di bawa kabur orang lain, murni kekhilafan perawat.

“Maaf, ini murni kekhilafan manusiawi. Tidak ada unsur kriminal,” kata Direktur Utama RSHS Bandung kepada wartawan, Jumat (10/4/2026).

dr Rachim menjelaskan, berdasarkan hasil klarifikasi, perawat senior yang di duga lalai tersebut mengaku memberikan bayi Nina Saleha ke orang lain karena yang bersangkutan tak kunjung datang saat di panggil beberapa kali.

“Alasan perawat (memberikan bayi ke orang lain), sudah memangil bu Nina beberapa kali, tapi beliau (Nina Saleha) tidak datang,” ujar dr Rachim.

Namun alasan itu justru memantik pertanyaan lain. Apakah hanya karena Nina Saleha tidak datang saat di panggil menjadi pembenar bagi perawat untuk memberikan bayinya ke orang lain?

Pertanyaan ini tidak di jawab oleh Dirut RSHS Bandung. Dia justru mengirimkan rilis berisi tiga keputusan manajemen RSHS Bandung terhadap perawat yang di duga lalai tersebut.

Dugaan Kelalaian Perawat

Video seorang ibu muda Nina Saleha mengeluhkan tindakan oknum perawat di RSHS Bandung yang di duga lalai sehingga memberikan bayinya ke orang lain, viral di media sosial (medsos).

Nina Saleha, ibu muda asal Cicalengka yang kini tinggal di Kota Cimahi, mengunggah video itu di akun TikTok miliknya @nindy5760.

Dalam video itu, Nina menggunakan bahasa Sunda menceritakan kronologi kejadian yang di alaminya.

Kejadian berawal saat Nina membawa bayinya yang mengalami kondisi kuning untuk di rawat di RSHS. Setelah beberapa hari menjalani perawatan, bayi Nina di perbolehkan pulang.

Namun, hingga siang, Nina tak kunjung dipanggil oleh perawat sehingga dia turun ke bawah untuk mencari makan karena lapar.

Tetapi, Nina merasakan firasat tak enak sehingga buru-buru kembali ke atas untuk melihat bayinya.

Firasat itu benar, ternyata bayinya di bawa orang lain. Nina mengambil kembali bayinya dan protes kepada perawat.

Oknum perawat beralasan memberikan bayi itu ke orang lain karena telah beberapa kali memanggil Nina tapi tak kunjung datang.

Tentu saja jawaban itu membuat Nina marah. Dia protes keras atas kelalaian perawat tersebut. Nina membayangkan, jika terlambat beberapa menit saja, bayinya pasti telah di bawa pulang oleh orang lain.