Viral Penganiayaan Brutal dan Sadis Depan Warung di Pasir Impun Bandung, Polisi Buru Pelaku

Headline, Jawa Barat29 Dilihat

SindoJabar.com – Video penganiayaan brutal dan sadis oleh sejumlah orang terhadap seorang pemuda di depan warung kelontong kawasan Pasir Impun, Gang Latif II (Nyublek), Mandalajati, Kota Bandung, viral di media sosial (medsos). Peristiwa berdarah itu terjadi pada Minggu 31 Mei 2026 sekitar pukul 03.00 WIB.

Dalam video terlihat korban yang mengenakan helm putih terduduk tak berdaya. Para pelaku menendang dan memukul kepala korban dengan besi beberapa kali.

Korban yang tak sanggup melawan hanya bisa berteriak meminta ampun. Namun, pelaku terus menghajar korban. Bahkan salah satu pelaku menabrakan motornya ke korban.

Aksi brutal dan sadis itu disaksikan oleh beberapa pemuda di dalam warung. Mereka ketakutan melihat aksi sadis para pelaku.

Setelah pelaku kabur, korban meminta tolong untuk diantar ke rumah sakit. Namun para pemuda di dalam warung tak mau menolong. Mungkin karena mereka takut jadi sasaran pelaku.

Kasatreskrim Polrestabes Bandung AKBP Anton membenarkan peristiwa itu terjadi di Mandalajati, Kota Bandung. Saat ini, polisi menyelidiki kasus kekerasan itu.

Polisi, kata Kasatreskrim, telah mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengumpulkan sejumlah informasi dan mengamankan rekaman CCTV.

“Yang Pasir Impun, memang betul ada kejadian tersebut,” kata Kasatreskrim, Rabu (3/6/2026).

Pelaku Masih di Bawah Umur

AKBP Anton menyatakan, korban telah membuat laporan polisi. Kasus ini ditangani oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polrestabes Bandung. Sebab, korban dan pelaku diduga masih di bawah umur.

“Korban sudah membuat laporan di Polrestabes Bandung Bandung. Kami sudah melakukan penyelidikan. Terindikasi, pelaku dan korban masih di bawah anak-anak,” ujar AKBP Anton.

Saat ini, tutur Kasatreskrim, polisi masih melakukan penyelidikan guna mengumpulkan informasi dan barang bukti.

Karena terindikasi para pelaku masih di bawah umur, penanganan kasus sedikit berbedar dan membutuhkan kehati-hatian. Polisi harus memastikan mendapatkan alat bukti kuat.

Selain itu, polisi harus memberikan pendampingan kepada korban dan pelaku.

“Kami harus benar-benar memastikan mendapatkan alat bukti dan pendampingan. Ya, baik kepada korban maupun para pelaku,” tutur Kasatreskrim.