SindoJabar.com – Komunitas BEPers Indonesia (KBI), pegiat senam bio enery power, merasa terpanggil untuk turut menyehatkan dan membugarkan masyarakat Indonesia. Karena itu, KBI rutin menggelar kegiatan senam bio energy power di ruang publik.
Seperti yang berlangsung di Lapangan Monumen Saparua, Jalan Aceh, Kota Bandung pada Sabtu (18/4/2026). Ratusan BEPers dari beberapa kota/kabupaten di Jawa Barat hadir mengikuti latihan bersama senam BEP.
Kegiatan yang bertujuan mendorong masyarakat meraih kemandirian kesehatan itu dipandu oleh pemandu pertama, Dr Hari Witono yang merupakan Direktur Lembaga Pelatihan LPK BEP-COE KBI Pusat.
Ketua KBI Jawa Barat Sri Hariyadiningsih mengatakan, antusiasme peserta latihan bersama di Bandung, luar biasa. Kesuksesan acara ini patut disyukuri.
Kegiatan latihan bersama senam BEP gabungan ini. kata Ketua KBI Jabar yang akrab disapa Lilik, sukses mengumpulkan peserta dari berbagai daerah di Jawa Barat dengan jumlah melampaui target.
“Alhamdulillah pagi ini hadir lebih dari 400 orang peserta latihan bersama bio energy power. Pelaksanaannya di ikuti tidak hanya oleh KBI cabang kabupaten dan kota se-Jawa Barat, tetapi juga oleh KBI Jakarta Timur, Jakarta Selatan, dan Banten/Tangerang,” kata Lilik.
Lilik menyampaikan apresiasi kepada para pemangku kepentingan yang membantu menyukseskan acara. Dia juga mengucapkan terima kasih kepada pengurus KBI Jabar yang mendukung pengembangan KBI di kabupaten dan kota se-Jawa Barat.
Bio Energy Power = Self Healing
“Kami mengucapkan terima kasih kepada pembina KBI Pusat, Dinas Pemuda dan Olah Raga Provinsi Jabar, KORMI Jabar, Pemda Provinsi Jabar, pengelola lapangan Saparua, dan rekan-rekan pengurus KBI yang telah mendukung penuh,” ujarnya.
Lilik menuturkan, Komunitas BEPers Indonesia merupakan anggota Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI).
“KBI merasa terpanggil turut serta menyiapkan masyarakat sehat dan bugar dalam mendukung program Indonesia Bugar 2020-2045 dalam menyongsong Indonesia Emas 2045,” tutur Lilik.
Menurut Lilik, bio energy power adalah perpaduan antara olah napas dan gerak. BEP di rancang sesuai teori medis atau method based on medical science.
BEP mampu meningkatkan derajat kesehatan dan membangkitkan kemampuan tubuh dalam menyembuhkan diri sendiri atau self healing.
Lilik mengungkapkan, gerakan BEP sederhana dan dapat di lakukan di mana dan kapan saja, tanpa membutuhkan peralatan.
“Ini menjadikan bio energy power di gandrungi masyarakat sebab bermanfaat mampu menyembuhkan dan membuat bugar bagi yang sehat,” ucap Lilik.






