SINDOJABAR.COM – Nasib penyerang kelahiran Argentina, Rodrigo Holgado menjadi suram setelah dijatuhi hukuman larangan bermain selama 12 bulan oleh FIFA karena terlibat dalam skandal pemalsuan dokumen saat menjalani proses naturalisasi untuk memperkuat Timnas Malaysia.
Laporan terkini, Rodrigo Holdago terancam kena ‘PHK’ oleh klubnya di Kolombia, America de Cali. Mereka dikabarkan sedang dalam proses mengakhiri kontrak pemain berusia 28 tahun itu.
Jurnalis olahraga Kolombia Pipe Sierra, melalui sebuah posting di platform X pada hari Rabu, mengatakan langkah tersebut diambil setelah keputusan terbaru dikeluarkan oleh Komite Banding FIFA.
“America, melalui pengacaranya, sedang memajukan proses pemutusan kontrak Rodrigo Holgado setelah menerima masukan dari Komite Banding FIFA,” katanya.
Pada hari Senin, badan sepak bola internasional mengumumkan bahwa banding yang diajukan oleh FAM telah ditolak, yang mengakibatkan tujuh pemain, termasuk Holgado, tetap diskors.
BACA JUGA: Tahu Seluk Beluk Liga Malaysia, Saddil Ramdani Optimistis Bantu Persib Kalahkan Selangor FC
Namun, perkembangan terakhir ini tidak menyurutkan semangat badan sepak bola Malaysia, yang dilaporkan sedang mempersiapkan kasusnya untuk dibawa ke tahap berikutnya di Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS).
Sekadar informasi, Holgado yang mengenakan jersey America de Cali sejak musim 2024 telah mencetak 18 gol dan lima assist dalam 77 pertandingan yang dipercayakan kepadanya.
Holgado sebelumnya termasuk di antara tujuh pemain keturunan Harimau Malaya yang diskors FIFA setelah terbukti melanggar Pasal 22 Kode Disiplin FIFA (FDC) terkait masalah pemalsuan dokumen.
Dalam keputusan yang diumumkan, FIFA menguatkan denda sebesar CHF350.000 terhadap FAM sebagai tambahan atas skorsing selama 12 bulan dan denda sebesar CHF2.000 masing-masing kepada tujuh pemain yang terlibat karena melanggar Pasal 22 Kode Disiplin FIFA terkait pemalsuan dokumen.
Selain Holgado, pemain lain yang terlibat adalah Gabriel Felipe Arrocha, Facundo Tomas Garcsa, Imanol Javier Machuca, Joao Vitor Brandao Figueiredo, Jon Irazabal Iraurgui dan Hector Alejandro Hevel Serrano.
Mereka semua sebelumnya telah diselidiki atas dugaan pemalsuan dokumen untuk tujuan pendaftaran sebagai pemain warisan Harimau Malaya.***







