SindoJabar, BANDUNG – Pemkot Bandung segera menentukan titik operasi becak listrik bantuan Presiden. Pemkot masih mengoordinasikan lokasi parkir, pengisian daya, hingga pengaturan lalu lintas sebelum becak listrik tersebut beroperasi.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, pengelolaan becak listrik perlu disiapkan dengan matang agar bantuan tersebut dapat digunakan sesuai kondisi di lapangan.
Baca Juga:200 Becak Listrik Siap Mengaspal di Bandung
“Akan segera dikoordinasikan. Becak listrik ini bantuan dari Presiden, kami pastikan pengelolaannya berjalan baik,” kata Farhan, Kamis (24/9/2026).
Farhan menyebut, titik operasi becak listrik nantinya akan disesuaikan dengan domisili para pengayuh. Dengan begitu, para pengayuh tidak perlu berpindah terlalu jauh dari wilayah tempat tinggalnya.
“Belum ditentukan, akan diatur agar sesuai domisili pengayuh. Tidak memindahkan pengayuh dari Sukajadi ke Ujung Berung, misalnya. Titik operasi ditetapkan sesuai kondisi masing-masing wilayah,” katanya.
Baca Juga:Pasca Idulfitri Kota Bandung Kondusif
Penentuan titik operasi juga akan mempertimbangkan kondisi lalu lintas. Pemkot Bandung akan berkoordinasi dengan Polrestabes Bandung, khususnya Satuan Lalu Lintas, untuk memastikan operasional becak listrik tidak mengganggu kelancaran arus kendaraan.
Di sisi lain, aturan mengenai kawasan bebas becak tetap diberlakukan. Farhan mencontohkan kawasan Jalan Asia Afrika yang tidak termasuk wilayah operasi becak listrik.
Persoalan pengisian daya juga menjadi bagian yang akan dibahas Pemkot Bandung. Farhan mengatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan PT PLN (Persero) untuk menentukan lokasi fasilitas pengisian daya.
Menurutnya, ketersediaan listrik bukan menjadi persoalan utama. Yang perlu disiapkan adalah lokasi alat pengisi daya yang mudah dijangkau para pengayuh.
Baca Juga:Presiden Prabowo Apresiasi Kinerja Gemilang Pegadaian
“Akan dikoordinasikan dengan PLN. Listrik tersedia, tinggal menempatkan alat pengisi daya bersama-sama para pengayuh becak,” pungkasnya. (*YM)






