PangandaRun 5K & 10K Dorong Pangandaran Jadi Destinasi Sport Tourism di Jawa Barat

SindoJabar, BANDUNG – Semangat olahraga, gaya hidup sehat, prestasi, dan pariwisata akan berpadu dalam PangandaRun 5K & 10K, ajang lari yang menjadi bagian dari rangkaian Open Tournament Piala Panglima TNI Pangandaran 2026.

Digelar oleh Mabes TNI dan Kodam III/Siliwangi dalam rangka memperingati HUT ke-81 TNI, PangandaRun akan berlangsung pada Minggu, 11 Oktober 2026, dengan lokasi start dan finish di Bandar Udara Nusawiru, Kondangjajar, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat.

Mengambil latar kawasan pesisir selatan Jawa Barat, PangandaRun tidak sekadar menghadirkan kompetisi lari. Event ini dirancang sebagai bagian dari upaya memperkuat konsep sport tourism sekaligus memperkenalkan Pangandaran sebagai destinasi wisata yang dapat dinikmati melalui pengalaman olahraga.

Peserta yang terlibat pun terbuka bagi masyarakat umum, pelari pemula, komunitas lari hingga atlet nasional. Dengan konsep running tourism, peserta diharapkan tidak hanya datang untuk menyelesaikan lomba, tetapi juga menikmati keindahan alam dan berbagai potensi wisata Pangandaran.

Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Kosasih memberikan keterangan terkait pelaksanaan PangandaRun 5K & 10K di Pangandaran. (SJ/Gani Kurniawan)

Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Kosasih mengatakan, PangandaRun diharapkan memberikan pengalaman yang lebih dari sekadar kompetisi dan perolehan medali.

“Kami ingin peserta pulang bukan hanya membawa medali, tetapi juga membawa cerita. Cerita tentang perjuangan mencapai garis finish, tentang indahnya Pangandaran, dan tentang pengalaman bertemu dengan orang-orang baru,” ujar Kosasih dalam konferensi pers di Makodam III/Siliwangi, Jalan Aceh, Kota Bandung, Jumat (25/9/2026).

Menurutnya, pengalaman tersebut menjadi bagian penting dari semangat penyelenggaraan PangandaRun. Sebab, keberhasilan peserta tidak semata-mata diukur dari catatan waktu, tetapi juga dari pengalaman yang melekat setelah meninggalkan Pangandaran.

“Bagi kami, kemenangan bukan hanya soal waktu tercepat, tetapi tentang pengalaman yang akan mereka ingat setelah meninggalkan Pangandaran,” katanya.

Berlari Sambil Menikmati Pangandaran

Konsep sport tourism menjadi pembeda utama PangandaRun dibandingkan event lari yang berlangsung di kawasan perkotaan.

Jika lomba lari pada umumnya berlangsung dengan latar gedung dan jalan raya, peserta PangandaRun akan mendapatkan pengalaman berlari dengan suasana pesisir dan karakter wisata Pangandaran yang kuat.

“Kalau biasanya kita berlari di tengah gedung dan jalanan kota, di Pangandaran kita berlari dengan suasana pesisir dan karakter wisata yang kuat. Jadi olahraga dan liburan bisa hadir dalam satu pengalaman,” tutur Kosasih.

Konsep tersebut juga membuka peluang agar peserta maupun keluarga yang mendampingi dapat memperpanjang masa tinggal mereka di Pangandaran. Setelah menyelesaikan lomba, mereka dapat menikmati destinasi wisata, kuliner, hingga berbagai aktivitas yang tersedia di kawasan tersebut.

Libatkan Komunitas hingga Atlet Nasional

PangandaRun 5K & 10K juga menjadi ruang pertemuan bagi komunitas lari dari Pangandaran, Jawa Barat, Jabodetabek, dan berbagai daerah lainnya.

Selain menjadi ajang kompetisi sehat, kehadiran komunitas diharapkan memperluas jejaring sekaligus mendorong tumbuhnya ekosistem olahraga yang semakin aktif.

Sejumlah tokoh militer dan figur inspiratif dunia lari juga dijadwalkan hadir untuk memberikan motivasi kepada peserta. Mereka antara lain Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Kosasih, Praka Marinir Sedilta Pilon Nubatonis, atlet pelari Atjong Tio Purwanto, serta Race Director PangandaRun, Abah Dian atau Dian R. Sukmara.

Kehadiran para tokoh tersebut diharapkan semakin memberikan inspirasi bagi peserta untuk membangun semangat berolahraga, mengejar prestasi, sekaligus memperkuat solidaritas antarkomunitas.

Dorong Ekonomi Lokal

Konsep sport tourism yang diusung PangandaRun juga diarahkan untuk memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat Pangandaran.

Kehadiran peserta dari luar daerah bersama keluarga dan komunitas berpotensi meningkatkan aktivitas ekonomi di berbagai sektor, mulai dari hotel dan penginapan, transportasi, kuliner, UMKM, perdagangan hingga jasa pariwisata.

Dengan demikian, PangandaRun tidak hanya menjadi agenda olahraga, tetapi juga dapat menjadi momentum promosi destinasi sekaligus menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat lokal.

Kosasih berharap semangat yang dibawa melalui PangandaRun dapat terus berlanjut setelah peserta meninggalkan garis finish.

“Kami ingin PangandaRun tidak berhenti ketika pelari melewati garis finish. Kami ingin ada semangat yang terus dibawa pulang—semangat berolahraga, semangat berprestasi, semangat membangun kebersamaan, dan tentu saja kecintaan terhadap Pangandaran,” ujarnya.

Ia pun berharap pengalaman tersebut membuat peserta memiliki alasan untuk kembali ke Pangandaran.

“Harapannya, orang datang ke Pangandaran untuk berlari, tetapi kembali lagi karena sudah jatuh cinta dengan Pangandaran,” kata Kosasih.

Dengan mengusung semangat “Berlari untuk Prestasi, Menikmati Pangandaran, Menggerakkan Ekonomi Lokal”, PangandaRun membawa pesan bahwa olahraga dapat menjadi pintu masuk untuk mengenalkan lebih luas potensi pariwisata dan ekonomi daerah.

“Datang ke Pangandaran untuk berlari. Tinggal lebih lama untuk menikmati Pangandaran.”

Informasi Pendaftaran

Pendaftaran Open Tournament Piala Panglima TNI PangandaRun 5K & 10K telah dibuka. Masyarakat dan komunitas lari yang ingin mengikuti event ini dapat melakukan pendaftaran melalui:

Situs: www.pangandaranrun.com
WhatsApp: 0877-9303-0785
Sekretariat Panitia: Stadion Siliwangi
Kontak Media: Dini – 0856-2428-1013