Dua Orang Meninggal Dikeroyok di Pasar Induk Caringin, Pemkot Bandung Salurkan Santunan

SindoJabar, BANDUNG  – Pemkot Bandung menyalurkan santunan kematian dan bantuan pengobatan kepada tiga korban pengeroyokan di Pasar Induk Caringin, Kota Bandung. Peristiwa pada Sabtu (24/10/2026) itu mengakibatkan dua orang meninggal dunia dan satu lainnya mengalami luka serius.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, penyaluran bantuan dilakukan melalui kerja sama dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dan BPJS Ketenagakerjaan untuk membantu korban dan keluarga yang terdampak.

Baca Juga:Dua Anak Harimau Benggala Mati, DPRD Jabar Soroti Konflik Kebun Binatang Bandung

“Kami juga bekerja sama dengan Baznas dan BPJS Ketenagakerjaan memberikan santunan kematian dan santunan pengobatan kepada tiga orang korban pengeroyokan di Pasar Caringin,” kata Farhan di Balai Kota Bandung, Senin (26/10/2026).

Dari tiga korban, dua orang meninggal dunia, sedangkan satu korban lainnya masih menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung.

Farhan mengatakan, korban yang masih dirawat harus menjalani operasi akibat luka yang dideritanya. Sementara itu, satu korban meninggal dunia telah dimakamkan, sedangkan satu lainnya masih menjalani proses autopsi di Rumah Sakit Bhayangkara Sartika Asih.

Baca Juga:HUT ke-24 Partai Demokrat: Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bandung Gelar Kegiatan Sosial dan Religius

“Ini merupakan salah satu bentuk penanganan yang kami lakukan,” katanya.

Selain memberikan santunan, Farhan meminta jajaran kewilayahan, terutama di tingkat kelurahan, untuk meningkatkan perhatian terhadap situasi keamanan dan keselamatan masyarakat.

“Kami ingin memastikan bahwa keselamatan warga Kota Bandung harus selalu menjadi prioritas kita bersama,” ucapnya.

Farhan menyampaikan duka mendalam atas meninggalnya dua warga yang diketahui berasal dari RW 02 dan RW 03, Kelurahan Babakan Ciparay, Kota Bandung.

Baca Juga:Pemkot Bandung Beri Santunan Keluarga Korban Pohon Tumbang

“Izinkan saya beserta seluruh Pemerintah Kota menyampaikan rasa duka yang mendalam kepada dua orang korban pengeroyokan di Caringin pada hari Sabtu malam yang adalah warga kita di RW 2 dan RW 3 Kelurahan Babakan Ciparay,” ujarnya.

Ia juga mengajak masyarakat mendoakan kedua korban agar mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT serta keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi musibah tersebut.

“Dan juga tentu saja kita semua berdoa agar almarhum diampuni segala dosanya, diterima amal ibadahnya dan mendapatkan tempat yang paling mulia di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala. Serta kita doakan agar keluarga yang ditinggalkan tabah dan kuat menghadapi cobaan,” ungkapnya.

Penyerangan Libatkan Puluhan Orang

Pengeroyokan menggunakan senjata tajam itu terjadi sekitar pukul 17.50 WIB di kawasan Ruko Blok B-2, dekat Bank Mega, Pasar Induk Caringin, Kecamatan Babakan Ciparay, Kota Bandung.

Saat kejadian, ketiga korban diketahui sedang bekerja sebagai petugas parkir. Sekelompok orang yang diperkirakan berjumlah sekitar 30 orang mendatangi lokasi dan menyerang para korban sebelum melarikan diri.

Baca Juga:Dua Bobotoh Meninggal Dunia Dalam Rangkaian Perayaan Juara Persib di Kota Bandung

Korban pertama yang meninggal dunia berinisial FR (22). Sementara itu, T (37) sempat mengalami kondisi kritis sebelum akhirnya meninggal dunia setelah mendapatkan perawatan medis. Adapun AS (34) mengalami luka serius pada siku kiri hingga kehilangan satu jari.

Ketiga korban sempat dievakuasi ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.

Sementara itu, polisi telah mengamankan satu orang untuk menjalani pemeriksaan terkait kasus tersebut. Kapolsek Babakan Ciparay AKP Kardi mengatakan, pihaknya belum memastikan keterlibatan orang yang diamankan dalam penyerangan tersebut.

“Memang sudah diamankan satu orang, tapi belum A1. Masih dalam pemeriksaan,” kata Kardi.

Baca Juga:Pemprov Jabar Tanggung Biaya Perawatan dan Beri Santunan Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi

Kardi membenarkan jumlah korban meninggal dunia bertambah menjadi dua orang setelah korban yang sebelumnya kritis dinyatakan meninggal dunia di rumah sakit.

“Ya, bertambah (yang meninggalnya),” ucapnya. (*YM)