Polda Jabar: Tol Trans Jawa Fokus Utama Operasi Ketupat Lodaya 2026

Headline, Jawa Barat91 Dilihat

SindoJabar.com – Jalur Trans Jawa wilayah Jawa Barat menjadi fokus utama Operasi Ketupat Lodaya 2026 menjelang arus mudik Idul Fitri 1447 Hijriah.

Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Jabar berkomitmen memberikan pelayanan terbaik dalam pengamanan dan memperlancar arus mudik 2026.

Dirlantas Polda Jabar Kombes Pol Raydian Kokrosono mengatakan, Jawa Barat setiap tahun menjadi titik tumpu arus mudik dan balik Lebaran.

Saat arus mudik berlangsung, Jawa Barat perlintasan jutaan kendaraan pemudik dari Jakarta-Bogor-Depok-Tangerang-Bekasi (Jabodetabek) dan Sumatera ke arah Jawa Tengah dan Jawa Timur.

“Fokus utama kami mengantisipasi kepadatan di Tol Trans Jawa. Kita (Jawa Barat) menerima arus dari Jakarta dan juga arus balik dari Jawa. Jawa Barat ini tumpuan, sehingga tugas pengamanan lebih berat,” kata Kombes Raydian.

Kombes Raydian menjelaskan, kondisi itu membuat Polda Jabar perlu meningkatkan koordinasi lintas sektor. Kami perkuat peran stakeholder demi kelancaran arus lalu lintas selama Operasi Ketupat Lodaya 2026.

“Kami berharap ke depan peran stakeholder lain bisa kita tingkatkan bersama-sama,” ujar Kombes Raydian.

Persiapan Operasi Ketupat Lodaya 2026

Saat ini, Polda Jabar tengah mematangkan persiapan Operasi Ketupat Lodaya 2026 yang akan digelar menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447.

Polda Jabar berencana menggelar rapat koordinasi bersama lima pilar keselamatan dan instansi terkait pekan depan guna memastikan pelaksanaan Operasi Ketupat Lodaya 2026 berjalan lancar.

Sejumlah langkah preventif telah di lakukan, termasuk pembentukan tim dan pemetaan potensi gangguan lalu lintas.

Kombes Pol Raydian Kokrosono mengatakan, Kapolda Jabar Irjen Pol Rudi Setiawan dalam rapat internal untuk memberikan arahan kepada personel yang akan bertugas selama Operasi Ketupat Lodaya 2026.

“Untuk operasi ketupat nanti, sudah banyak upaya yang kami lakukan secara preventif dan mempersiapkan tim. Pak Kapolda juga sudah rapat internal untuk memberikan arahan kepada anggota di lapangan,” kata Kombes Raydian.

Jajaran Direktorat Lalu Lintas Polda Jabar, ujar Kombes Raydian, telah melakukan survei ke sejumlah titik rawan kecelakaan dan kemacetan yang kerap terjadi saat pelaksanaan Operasi Ketupat Lodaya tahun-tahun sebelumnya.

“Kami telah mengevaluasi trouble spot dan black spot yang biasa kami amankan. Mudah-mudahan pada 2026 ini, kami bisa memperbaiki permasalahan itu dan kualitas pengamanan lebih meningkat,” ujar Kombes Raydian.

Pantura, Jalur Selatan dan Kawasan Wisata

Selain Tol Trans Jawa, jalur arteri pantai utara (pantura) dan selatan, serta kawasan wisata di Jawa Barat juga menjadi perhatian khusus Polda Jabar saat pelaksanaan Operasi Ketupat Lodaya 2026.

Kombes Pol Raydian Kokrosono mengatakan, jalur arteri pantura dan selatan, serta kawasan wisata harus mendapatkan pengamanan ekstra.

“Selain tol, jalan arteri pantura, selatan, dan tempat-tempat wisata juga menjadi perhatian kami,” ujar Kombes Raydian.

Terkait Tol Cisumdawu, Raydian menyebut penanganannya berada dalam kewenangan instansi terkait. Namun, kepolisian siap mendukung pengamanan di jalur itu.

“Mungkin ada kewenangan dari instansi terkait untuk menangani. Kami akan membantu menyosialisasikan kepada masyarakat agar jalur lebih representatif dan maksimal,” tutur Dirlantas.