Sindojabar.Com – Hunian baru Tatar Bungawari hadir di Kawasan Kota Baru Parahyangan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.
Sebuah kawasan lingkungan hunian residensial yang mengusung desain arsitektur rumah Japandi, perpaduan harmonis antara estetika Jepang dan kehangatan Skandinavia.
Nama Tatar Bungawari diambil dari bahasa Sunda, di mana Tatar berarti wilayah atau kawasan. Sementara Bungawari bermakna keharuman, keindahan, serta kemuliaan yang tumbuh, dan berkembang.
“Filosofi ini merepresentasikan visi kawasan sebagai ruang hidup yang menenteramkan, bernilai luhur, dan membawa kebaikan bagi penghuninya,” kata Direktur Utama Kota Baru Parahyangan, Rian Brasali dalam keterangannya, Jumat (23/1/2026).
Dikembangkan di lingkungan Kota Baru Parahyangan yang hijau dan tertata, Tatar Bungwari dirancang sebagai kawasan hunian yang mengedepankan kualitas dan keseimbangan hidup.
Arsitektur rumah dengan garis desain yang bersih, komposisi yang seimbang, warna-warna natural, serta pemanfaatan material alami untuk menciptakan suasana hangat dan tenang.
Tatar Bungawari berada di sebelah Waduk Saguling dan ruang terbuka hijau yang mendukung gaya hidup sehat dan berkelanjutan.
Seluruh elemen dirancang secara menyeluruh untuk menghadirkan pengalaman tinggal yang harmonis antara manusia, alam, dan ruang.
Lokasi yang sangat strategis hanya 2 km dari gerbang Kota Baru Parahyangan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat, yang terkoneksi baik ke Jalan Tol Purbaleunyi maupun stasiun Whoosh Padalarang.
Melalui Tatar Bungawari, Kota Baru Parahyangan menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan kawasan hunian berkualitas tinggi yang tidak hanya bernilai estetika, tetapi juga memiliki nilai filosofis dan investasi jangka panjang.
“Tatar Bungwari bukan hanya tempat tinggal, tetapi ruang hidup yang memberi makna,” ucap Rian. (*)






