SindoJabar.Com – Keluarga besar Bobotoh Maung Bandung Bersatu (Bomber) antusias menyambut bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah/2026.
Komunitas bobotoh Persib itu mendukung penuh acara doa bersama dan pemberian santunan yang digelar Persib Bandung menjelang Ramadhan.
Acara yang berlangsung khidmat itu menjadi momentum krusial untuk memperkuat sinergitas antara klub dan suporter.
Tampak hadir petinggi PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), CEO PT PBB Adhitia Putra Herawan dan Manajer Persib Bandung H Umuh Muchtar. Hadir pula, Wakil Gubernur Jabar Erwan Setiawan.
Ketua Umum Bomber Dian Purnama menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap acara itu.
Menurut Apin, sapaan akrab Dian Purnama, doa bersama dan pemberian santunan memadukan unsur spiritual dan sosial.
Kegiatan ini, kata Apin, langkah sangat baik bagi keharmonisan ekosistem Persib Bandung.
“Kami menyambut baik dan mendukung penuh acara ini. Doa bersama bukan sekadar seremoni, tapi wujud nyata sinergi kita semua,” kata Ketum Bomber.
Menurut Apin, sapaan akrab Dian, dengan hati bersih menyambut Ramadhan, Bomber dan seluruh bobotoh perkuat barisan untuk mendukung Persib.
Tausyiah Ustaz Hilman Fauzi
Dukungan penuh Bomber ini menegaskan bahwa hubungan antara manajemen dan kelompok suporter atau bobotoh sangat solid.
“Semangat kekeluargaan dalam acara ini di harapkan membawa energi positif, baik di dalam maupun luar lapangan,” tegas Apin.
Rangkaian acara di isi dengan tausyiah dan doa bersama yang di pimpin ustaz Hilman Fauzi.
Dalam tausyiah, ustaz Hilman mengingatkan seluruh yang hadir untuk mengutamakan persatuan dan rasa syukur.
Selain itu, Ustaz Hilman juga mengajak para bobotoh yang hadir mendoakan kelancaran Persib menjalani kompetisi sepanjang bulan suci Ramadhan 2026.
Sebagai bentuk kepedulian nyata, Persib Bandung memberikan santunan kepada anak-anak panti asuhan.
Untuk di ketahui, Bomber adalah salah satu organisasi suporter terbesar Persib Bandung.
Bomber berkomitmen memberikan dukungan kreatif, positif, dan loyal bagi kejayaan kesebelasan berjuluk Pangeran Biru itu.






