Terungkap! Pelajar SMP yang Tewas di Kampung Gajah Terakhir Masuk Sekolah Senin 9 Februari

Jawa Barat178 Dilihat

SindoJabar.Com – Pelajar SMP berinisial ZAA yang ditemukan tewas di kawasan bekas objek wisata Kampung Gajah, Jalan Sersan Bajuri, Kelurahan Cihideung, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat (KBB), terakhir masuk sekolah pada Senin 9 Februari 2026.

Informasi valid itu disampaikan Kepala SMPN 26 Bandung Titin Supriatin. SMPN 26 Bandung, Jalan Sarimanah, Kecamatan Sukajadi, merupakan sekolah korban ZAA siswa kelas VII G, menimba ilmu.

Kepala Sekolah SMPN 26 Bandung Titin Supriatin mengatakan, ZAA sempat dikabarkan hilang pada Senin 9 Februari 2026. Namun pihak sekolah melakukan pengecekan, ternyata ZAA tengah mengikuti pembelajaran

“Saya ngecek di buku piket. Di kelas tujuh G itu (semua murid) masuk. Termasuk yang bersangkutan (korban ZAA), ada,” kata Titin kepada wartawan, Sabtu (14/2/2026).

Pada Senin (9/2/2026), ujar Titin, dari pagi hingga sore, korban ZAA mengikuti kegiatan belajar mengajar secara penuh, salah satunya olahraga.

“Sore harinya, anak tersebut (ZAA) pulang bersama siswa lain, mengenakan pakaian olahraga,” ujar Titin.

Titin menuturkan, pada Selasa (10/2/2026), keluarga mengabari ZAA tidak masuk sekolah karena belum pulang ke rumah.

“Jadi hari Selasa itu, bibinya ngabarin, izin tidak bisa masuk karena Z belum pulang,” ujarnya.

Penemuan Jasad di Kampung Gajah

Sampai Rabu (11/2/2026), tutur Kepala Sekolah, ZAA belum di ketahui keberadaannya, baik oleh keluarga maupun sekolah.

Kemudian, pihak sekolah membuat flyer yang menginformasikan bahwa ZAA hilang. Selain itu, pihak sekolah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bandung dan kepolisian.

Sempat beredar kabar hoaks bahwa Z berada di Kabupaten Garut pada hari Rabu (11/2/2026). “Pas kita konfirmasi ke bibinya, informasi itu di pastikan hoaks,” ucap Titin.

Kabar mengejutkan datang pada Jumat (13/2/2026). Titin mendapat informasi penemuan mayat anak laki-laki di Kampung Gajah.

Titin lantas berkoordinasi dengan kepolisian untuk memastikan jasad tersebut merupakan siswa SMPN 24 Bandung berinisial ZAA atau bukan.

“Saya tanya, ‘gimana Pak?’ Setengah satu ngabarin, ‘iya ibu, betul itu Z’,” ujarnya.

Setelah mendapatkan kepastian itu, Titin syok, tak menyangka ZAA, anak didiknya tutup usia dengan kondisi sangat mengenaskan.

Sementara itu, Kapolres Cimahi AKBP Niko N Adi Putra membenarkan penemuan mayat di Kampung Gajah.

“Betul tadi malam (Jumat 13/2/2026), kami terima laporan penemuan mayat di lahan eks Kampung Gajah. Jadi saksi yang menemukan sedang melakukan live medsos penelusuran misteri,” kata Kapolres Cimahi, Sabtu (14/2/2026).

Dari hasil pemeriksaan awal di lokasi, polisi menemukan sejumlah ciri yang melekat pada korban, termasuk pakaian seragam SMP yang tersimpan di dalam tasnya.

Tim Inafis Satreskrim Polres Cimahi kemudian mengevakuasi jasad tersebut ke RS Bhayangkara Sartika Asih Kota Bandung.

“Saat ini kita masih terus melakukan penyelidikan terkait penyebab kematian korban. Kami akan berpatokan pada hasil autopsi,” ujar AKBP Niko.

Tanda-tanda Kekerasan

Sebelumnya di beritakan, Warga Jalan Sersan Bajuri, Kelurahan Cihideung, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat (KBB) di gegerkan oleh penemuan jasad pelajar kelas VII SMP di Kampung Gajah

Jasad tersebut di temukan tergeletak di kawasan bekas tempat wisata yang kini terbengkalai itu pada Jumat (13/2/2026) sekitar pukul 20.45 WIB.

Dari video amatir yang beredar di media sosial (medsos) tampak jenazah korban tergeletak di tengah rerimbunan pohon.

Informasi yang di peroleh menyebutkan, jasad korban di temukan seorang konten kreator saat sedang membuat konten horor di Kampung Gajah.

Sang konten kreator terkejut karena mendapati sesosok jasad tergeletak dengan posisi menyamping mengenakan kaus olahraga dan celana panjang training.

Konten kreator itu merekam video penemuan jasad tersebut. Dia menyebutkan kondisi mayat telah mengeluarkan bau tak sedap.

Berdasarkan informasi yang di himpun wartawan, korban berinisial ZAA berjenis kelamin laki-laki, pelajar kelas VII SMP di Kota Bandung.

Di tubuh korban terdapat tanda-tanda kekerasan. Di bagian perut terdapat luka tusukan. Namun untuk memastikan penyebab kematian korban, polisi melakukan penyelidikan.