SindoJabar.Com – Kisah pilu di balik tewasnya pelajar SMP di eks objek wisata Kampung Gajah, Cihideung, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat (KBB), terungkap.
Korban ZAA sudah tak memiliki ibu. Sang ibu meninggal dunia saat ZAA duduk di bangku kelas V sekolah dasar (SD).
Sedangkan ayahnya saat ini sedang menjalani perawatawan di rumah sakit karena mengidap sakit keras. ZAA memiliki tiga saudara, 1 laki-laki dan 2 perempuan.
Kepala SMPN 26 Bandung Titin Supriatin mengatakan, peristiwa meninggalnya ZAA dalam kondisi sangat mengenaskan, membawa duka mendalam bagi keluar besar SMPN 26 Bandung.
Titin mengenang almarhum ZAA sebagai anak pendiam. Perilaku ZAA di sekolah dan di kelas, tak menonjol.
“Anaknya pendiam. Anak itu sudah tidak punya ibu,” kata Kepala SMPN 26 Bandung kepada wartawan, Sabtu (14/2/2026).
“Itu bukan hanya duka untuk keluarganya, tapi bagi kami juga di SMP 26. Kamis sangat merasa terpukul,” ujarnya.
Titin menuturkan, SMPN 26 Bandung telah berupaya melindungi murid dari segala bentuk kekerasan, seperti, perundungan, perkelahian, dan lain-lain.
Untuk itu, SMPN 26 mengedukasi siswa dan bekerja sama dengan aparat kewilayahan untuk mencegah tindak kekerasan di lingkungan sekolah.
“Anak kami (korban ZAA) ada yang bawa. Identitasnya (pelaku) belum jelas. Apakah yang bawa itu orang yang dia (ZAA) kenal atau tidak. Kami belum mendapatkan informasi yang utuh,” tutur Titin.
Konten Kreator Temukan Korban
Sebelumnya di beritakan, siswa SMP yang di temukan tewas di Kampung Gajah, terakhir masuk sekolah pada Senin 9 Februari 2026.
Saat itu, ZAA mengikuti kegiatan belajar mengajar, termasuk olahraga, dari pagi hingga sore. Pada sore harinya, ZAA mengenakan pakaian olahraga, kaus dan celana panjang training biru, pulang bersama teman-temannya.
Keesokan hari, Selasa (10/2/2026), sekolah mendapat kabar dari bibi korban bahwa ZAA tidak masuk sekolah karena belum pulang ke rumah.
Hingga Rabu (11/2/2026) pun, ZAA belum diketahui keberadaannya, baik oleh keluarga maupun sekolah.
Kabar mengejutkan datang pada Jumat (13/2/2026) malam. Seorang konten kreator yang tengah melakukan live streaming horor di kawasan Kampung Gajah, menemukan jasad di semak belukar.
Polisi lantas memeriksa korban guna memastikan identitasnya. Hasilnya, polisi memastikan jasad itu adalah korban ZAA. Identitas terungkap dari seragam sekolah yang tersimpan di tas korban.
Saat ini, penyidik Satreskrim Polres Cimahi melakukan penyelidikan intensif untuk mengungkap penyebab kematian korban. Jenazah korban ZAA telah dibawa ke RS Bhayangkara Sartika Asih Bandung untuk diautopsi.






