Dihadiri Tokoh Daerah, Muscab II IKA PMII KBB Tetapkan Kepemimpinan Baru

Jawa Barat169 Dilihat

Sindojabar.Com – Sejumlah tokoh hadiri Muscab II Ikatan Keluarga Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Bandung Barat.

Seperti Wakil Bupati Bandung Barat Asep Ismail, Wakil Ketua DPRD KBB Asep Dedi, Ketua Komisi I DPRD KBB Sandi Supyandi, Ketua KPU KBB Rifqi A Sulaeman, Komisioner Bawaslu KBB Cecep Rahmat Nugraha, dan sejumlah tamu undangan lainnya.

Muscab II Ikatan Keluarga Alumni (IKA) PMII Kabupaten Bandung Barat (KBB) yang digelar di Aula Institut Darul Falah, Kecamatan Cihampelas, KBB ini kemudian menetapkan Saiful Rachman sebagai Ketua IKA PMII KBB tahun 2026-2031.

Wakil Bupati Bandung Barat Asep Ismail mengatakan, eksistensi PMII di KBB sudah sangat berperan aktif dalam pembinaan kepada mahasiswa. Sinergi dengan pemerintah daerah sudah cukup baik dan ia pun kerap kali diundang ketika ada berbagai kegiatan.

“Ini Muscab II IKA PMII KBB dan ada satu hal yang baru, baru terjadi dalam Muscab IKA dihadiri oleh PB dan PW. Artinya dari PB dan PW mensupport untuk IKA PMII di Bandung Barat ini,” ucap Asep ditemui usai kegiatan, Sabtu (14/2/2026).

Pemerintah daerah berharap dengan pelaksanaan Muscab ini ada satu hasil yang memang untuk kemajuan IKA PMII dan masyarakat Kabupaten Bandung Barat. Bukan hanya pelaksanaannya saja, tapi ada aksinya setelah pelaksanaan Muscab ini.

Siapa pun nanti yang terpilih sebagai ketua, Asep berharap figurnya yang sudah teruji dalam IKA PMII. Sebab tidak mudah memimpin IKA PMII ini untuk ke depannya supaya bisa berkontribusi kepada pemerintah daerah di Bandung Barat dalam berbagai hal.

“Contoh seperti dengan kejadian kemarin longsor ya di Cipasirlangu, kami berharap dari alumni ini memberikan kontribusi baik itu berbentuk hal bantuan untuk masyarakat ataupun dalam berbentuk pembinaan mental,” tuturnya.

Asep melihat potensi alumni PMII luar biasa, ada yang dari pengadilan agama, kemudian juga ada yang dosen, lembaga KPU, Bawaslu, politisi, dan masih banyak lagi. Itu bisa karena dari Bandung Raya, Kabupaten Bandung, Kota Bandung, Cimahi, dan Bandung Barat, semuanya bersatu padu dan saling support.

“Terlebih beririsan seperti dengan Nahdlatul Ulama, dengan Ansor, dengan Muslimat dan Fatayat. Sehingga otomatis ketika sudah mengarah ke sana, maka ruang lingkupnya menjadi sangat besar dan  sangat banyak,” kata Asep.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Terpilih IKA PMII KBB Periode 2026-2031, Saiful Rachman menyebutkan, Muscab ini diikuti oleh para alumni yang pernah mengikuti pengkaderan di PMII.

Mulai dari Masa Penerimaan Anggota Baru (Mapaba), Pelatihan Kader Dasar (PKD), hingga Pelatihan Kader Lanjut (PKL) dan Pelatihan Kader Nasional (PKN). Kemudian ada yang aktif dirayon, komisariat, cabang, PKC sampai PB.

Kader PMII terlahir dengan potensi kepemimpinan dan membentuk kadernya menjadi pemimpin. Sehingga banyak kader yang telah berkiprah di tingkat lokal, daerah, sampai nasional, baik di lembaga pemerintah legislatif, eksekutif, yudikatif, di lembaga pemerintah non struktural maupun di luar pemerintahan.

“Itu membuktikan bahwa kader PMII yang sudah alumni teruji dan tidak diragukan kapasitas dan kapabilitasnya. Mereka mengabdi dan melayani masyarakat menebar manfaat,” ucapnya.

Ia menegaskan, Musyawarah Cabang (Muscan) bukan sekadar agenda organisasi, tetapi juga menjadi ruang silaturahmi dan penguatan kebersamaan antaralumni. Menjadi ajang bersanding, bukan bertanding, setelah melewati fase aktivisme di kampus.

Menurutnya, kader PMII dikenal memiliki potensi kepemimpinan yang kuat dan telah tersebar di berbagai sektor, baik di tingkat lokal maupun nasional, termasuk lembaga eksekutif, legislatif, yudikatif, hingga dunia usaha.

IKA PMII, lanjut pria yang akrab disapa Kang Eful ini, menjadi wadah bagi para alumni untuk kembali terhubung setelah tidak lagi aktif sebagai mahasiswa. Melalui organisasi alumni, para kader diharapkan dapat saling mendukung, memperkuat jaringan, serta terus berkontribusi bagi masyarakat.

“Semua alumni melebur menjadi satu tanpa sekat asal daerah atau jabatan. Yang ada adalah semangat bersama untuk menebar manfaat dan memajukan Bandung Barat,” pungkasnya. (*)