Wabup KBB Pantau Longsor yang Rusak Rumah Warga di Cililin, Minta Badan Geologi Turun

Jawa Barat124 Dilihat

Sindojabar.Com – Wakil Bupati Bandung Barat Asep Ismail mendatangi lokasi longsor di Kampung Cipetir RT 02/01, Desa Karangtanjung, Cililin.

Imbas dari bencana yang terjadi pada Senin (2/2/2026) sekitar pukul 13.00 WIB ini, satu rumah mengalami kerusakan karena terbawa longsor, serta dua rumah lainnya posisinya terancam.

Masing-masing adalah rumah milik keluarga Utar Muhtar dengan jumlah 6 jiwa, keluarga Oom ada 2 jiwa, serta keluarga Aban/Dodoh dengan jumlah 7 jiwa. Namun tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.

Pemda KBB melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta aparat kewilayahan sudah melakukan langkah-langkah pengamanan di lokasi kejadian.

Seperti membantu membersihkan puing-puing bekas longsoran, pihak desa juga bersedia menyiapkan lahan tanah carik desa untuk merelokasi korban yang terdampak.

Serta mengevakuasi korban
terdampak yang rumahnya mengalami kerusakan yakni Keluarga Utar Muhtar ke rumah ketua RT02/01, apabila terjadi hujan deras.

“Bencana longsor ini dipicu oleh intensitas hujan tinggi yang tinggi,” kata Wakil Bupati Bandung Barat Asep Ismail di sela-sela mengunjungi keluarga korban longsor, Sabtu (14/2/2026).

Pihaknya datang langsung ke lokasi sebagai bukti pemerintah hadir dan melihat warganya. Sehingga nantinya bisa mengambil dan menentukan langkah apa yang harus dilakukan kepada masyarakat yang terdampak.

“Saya hadir untuk melihat, masyarakat di situ, apakah kita harus relokasi atau kita harus untuk bantuan-bantuan yang lainnya,” sambung Asep.

Menurutnya dengan cuaca kondisi hari ini di Kabupaten Bandung Barat, maka masyarakat harus waspada. Bersyukur tidak ada korban jiwa meski jika melihat kondisi rumah yang rusak sudah tidak layak untuk tempat di situ.

Nanti pihaknya akan berkoordinasi dengan badan geologi agar datang ke Cipetir untuk menentukan apakah daerah ini masih aman untuk ditempati atau mesti relokasi. Meskipun harapan keluarga terdampak masih bisa berada di sini.

“Ya semoga tidak ada lagi pergerakan tanah agar masyarakat di Cipetir ini bisa aman,” imbuhnya.

Ia pun mengimbau kepada warga agar berhati-hati ketika ada hujan dan cuaca buruk. Dengan rentetan berbagai kejadian bencana di KBB, itu menjadi pelajaran perlunya kehati-hatian dan mitigasi bencana.

“Terpenting dan yang utama memohon kepada Allah selaku pemilik alam semesta agar tidak ada lagi bencana di KBB,” ujarnya.

Lebih lanjut, Asep menyebutkan dari awal juga sudah menyampaikan melalui pendidikan ke masyarakat dengan memberdayakan BPBD KBB, supaya memberikan informasi dan juga mengantisipasi bencana.

Mengantisipasinya tentunya dengan hasil daripada kajian geologi. Ketika Badan Geologi sudah menentukan bahwa kawasan itu zona merah, maka harus disampaikan supaya hati-hati.

“Itu barangkali upaya mitigasi yang sudah dilaksanakan oleh pemerintah daerah dalam meminimalisasi terjadinya bencana,” pungkasnya. (*)