Sukahaji Bandung Gempar, Tawuran Maut Pecah Dini Hari, 1 Orang Tewas

Headline, Jawa Barat95 Dilihat

SindoJabar.Com – Tawuran maut pecah di Jalan Terusan Pasirkoja, Kelurahan Sukahaji, Kecamatan Babakan Ciparay, Kota Bandung. Akibat tawuran itu, satu orang tewas bersimbah darah terkena sabetan senjata tajam celurit.

Polisi menetapkan satu tersangka R. Saat ini R meringkuk di sel tahanan Satreskrim Polrestabes Bandung untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Budi Sartono mengatakan, peristiwa berdarah itu terjadi pada Kamis (29/1/2026) dini hari sekitar pukul 02.00 WIB.

Berdasarkan keterangan pelaku R dan saksi-saksi, kronologi kejadian tawuran maut itu berawal dari permasalahan antara korban Muhammad Nabhan Aula (21) warga Jalan H Zakaria, Kelurahan Sukahaji, Kecamatan Babakan Ciparay, dengan kelompok Aja.

Kemudian, Aja (saat ini berstatus buron atau Dalam Pencarian Orang/DPO), melalui media sosial (medsos) mengajak tersangka R untuk membantu menyelesaikan persoalan dengan kelompok Nabhan. Aja mengajak R bertemu dengan kelompok korban Nabhan di Jalan Pasirkoja, Babakan Tarogong.

Akhirnya, tersangka R, dan Aja bersama 10 temannya dengan membawa senjata tajam, bergerak ke lampu merah Pasirkoja-Jamika.

Di lokasi tersebut, telah berkumpul kelompok korban Nabhan sekitar 15 orang. Mereka juga membawa senjata tajam dan balok kayu.

3 Orang Bersenjata Celurit Keroyok Korban

Bentrok berdarah pun tak terhindarkan. Dalam kejadian itu, korban Nabhan dikeroyok tiga orang, Aja dan dua temannya. Korban dibacok menggunakan celurit. Akibatnya, Nabhan tersungkur bersimbah darah.

“Motifnya mengajak tawuran. Memang sebelumnya sudah ada permasalahan. Kemudian ada ajakan tawuran. Korban datang dan terjadi penganiayaan,” kata Kapolrestabes di Mapolrestabes Bandung, Selasa (17/2/2026).

Usai kejadian, para pelaku Aja dan R melarikan diri. Namun R ditangkap oleh kakak korban, Muhammad Taufik. Lalu, R diamankan di pos linmas RW 04 Kelurahan Sukahaji yang selanjutnya diserahkan ke Polsek Babakan Ciparay.

Sedangkan korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit (RS) Immanuel Bandung. Namun korban meninggal dunia akibat luka serius di kepala dan punggung. Ujung celurit menembus paru-paru korban.

Kombes Budi menegaskan, polisi masih mengembangkan pengungkapan kasus ini untuk menangkap seluruh pelaku yang terlibat tawuran maut.

Anggota Satreskrim dan polsek jajaran juga memburu pelaku utama. “Saat ini terduga pelaku utama beserta beberapa orang yang terlibat, masih dalam penyelidikan dan pengejaran,” tutur Kombes Budi.

Kapolrestabes
Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Budi Sartono didampingi Kasatreskrim AKBP Anton dan Kasi Humas AKP Nurindah. (FOTO: AGUS WARSUDI)

Celurit Pembunuh dalam Pencarian

Dari kasus ini, tutur Kapolrestabes, polisi mengamankan sejumlah barang bukti berupa balok kayu yang di gunakan saat tawuran. Sementara senjata tajam celurit pelaku masih dalam pencarian.

Usai kejadian, para pelaku Aja dan R melarikan diri. Namun R di tangkap oleh kakak korban, Muhammad Taufik. Lalu, R di amankan di pos linmas RW 04 Kelurahan Sukahaji yang selanjutnya di serahkan ke Polsek Babakan Ciparay.

Sedangkan korban kemudian di bawa ke Rumah Sakit (RS) Immanuel Bandung. Namun korban meninggal dunia akibat luka serius di kepala dan punggung. Ujung celurit menembus paru-paru korban.

Kombes Budi menegaskan, polisi masih mengembangkan pengungkapan kasus ini untuk menangkap seluruh pelaku yang terlibat tawuran maut.

Anggota Satreskrim dan polsek jajaran juga memburu pelaku utama. “Saat ini terduga pelaku utama beserta beberapa orang yang terlibat, masih dalam penyelidikan dan pengejaran,” tutur Kombes Budi.