SindoJabar.com – Anggota tim urai Motor Senyum Polda Jabar menjalani pelatihan atau coaching clinic selama dua pekan di Aula Ditlantas Polda Jabar, Jalan Soekarno-Hatta, Kamis (5/3/2026).
Bekal pengetahuan di pelatihan itu akan mereka gunakan saat menghadapi dinamika dan tantangan arus mudik. Seperti, kemacetan, kendaraan pemudik parkir lama di rest area dan bahu jalan tol.
Dengan publik speaking yang baik dan humanis diharapkan, ketertiban dan kepatuhan para pengendara lebih baik. Selain itu, tidak terjadi lagi konflik antara petugas dengan pemudik.
Direktur Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Jabar Kombes Pol Raydian Kokrosono mengatakan, pelatihan ini membekali pengetahuan dan kemampuan bagi tim urai dalam menghadapi dinamika tugas Operasi Ketupat Lodaya 2026 yang mulai di gelar pada 13 Maret 2026.
Seperti, potensi kepadatan lalu lintas selama arus mudik dan balik Lebaran 2026. Lalu, cara menghadapi pemudik yang stres akibat kemacetan dan lain-lain.
“Siang ini kami melaksanakan coaching clinic, pelatihan tim urai Polda Jabar dan polres jajaran. Kegiatan ini di bantu rekan-rekan dari TNI, dari KOWAD. Nanti menyusul WARA dan KOWAL,” kata Dirlantas.
Kombes Raydian menyatakan, pelatihan berlangsung selama dua pekan. Mereka di siapkan untuk menghadapi berbagai situasi di lapangan yang membutuhkan keterampilan dan kesabaran.
“Materi pelatihan yang di berikan meliputi pemahaman situasi lalu lintas, kemampuan komunikasi publik, dan pembekalan psikologi bagi personel,” ujarnya.
Kombes Raydian menuturkan, anggota tim urai mendapatkan informasi dan gambaran tentang situasi yang akan mereka hadapi saat Operasi Ketupat Lodaya 2026 berlangsung.
“Tim urai juga di latih public speaking oleh narasumber mumpuni yang sudah kami pilih,” tutur Kombes Raydian.
Dirlantas mengatakan, pelatihan di sertai dengan simulasi kondisi di lapangan, termasuk kemungkinan kendala yang akan di hadapi personel saat mengurai kemacetan.
“Jadi kita praktikan seperti aslinya. Mudah-mudahan kendala itu bisa kita urai saat pelaksanaan operasi,” ucapnya.
Hadapi Tekanan Fisik dan Mental
Kombes Raydian menyatakan, tim urai juga di latih untuk menghadapi tekanan fisik dan mental selama bertugas di tengah kemacetan, cuaca panas, dan waktu tugas yang panjang.
Salah satu kekuatan yang di siapkan adalah tim motor senyum yang akan di tempatkan di sejumlah titik rest area. “Kami tempat tim motor senyum di rest area KM 57 dengan 20 motor dan 63 personel,” ujar Kombes Raydian.
Selain di KM 57, personel juga di siagakan di rest area wilayah polres serta di pos pengamanan jalur arteri. Setiap titik minimal siaga 10 personel tim urai.
Tim tersebut akan bergerak cepat menangani berbagai kendala di jalan. Seperti, kendaraan mogok, kehabisan bahan bakar, dan gangguan lain yang berpotensi menimbulkan kemacetan.
“Tim urai ini adalah tim andalan kami. Karena personel yang telah di-plotting, tak bisa meng-cover semua titik. Misalnya, mobil mogok. Tim Urai ini yang bergerak,” ucap dia.
Untuk membantu pemudik, petugas juga membawa sejumlah perlengkapan dalam kotak bantuan, seperti, makanan ringan, takjil, dan perlengkapan ibadah.
“Ada snack-snack ringan. Kemudian ada takjil, dan kotak religi berisi tasbih dan peci,” ujar Kombes Raydian.
Selain itu, Polda Jabar juga menyiapkan tim bengkel mobile dan kendaraan layanan bahan bakar minyak (BBM) dari Pertamina. Mereka akan mendatangi pemudik yang mengalami masalah di perjalanan.






