SindoJabar.com – Sejumlah alumni dan siswa SMAN 5 Bandung melaksanakan prosesi tabur bunga di titik lokasi tewasnya MFA di Jalan Cihampelas, Kecamatan Coblong, Kota Bandung, Minggu (15/3/2026) siang. Mereka mengenakan pakaian hitam-hitam menandakan sedang sangat berduka.
Aksi tabur bunga tersebut juga bentuk solidaritas, kedukaan, dan kesedihan mendalam. Teman-teman almarhum MFA menaburkan bunga berwarna merah dan meletakan beberapa tangkai bunga matahari, lili, mawar, dan lainnya.
Aksi tabur bunga berjalan khidmat dan singkat. Tak lama setelah tabur bunga, alumni dan siswa SMAN 5 Bandung itu pun membubarkan diri. Mereka menolak diwawancarai wartawan terkait aksi tabur bunga dan atau peristiwa yang dialami korban MFA.
Pelaksana tugas (plt) Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Adiwijaya mengatakan, saat ini, penyidik Satreskrim Polrestabes Bandung tengah bekerja mengusut tuntas insiden yang menewaskan pelajar SMAN 5 Bandung tersebut.
“Kami menyampaikan bahwa semalam (Jumat 13/3/2026) ada keributan di Jalan Cihampelas yang mengakibatkan satu korban meninggal dunia. Kami meminta masyarakat untuk mempercayakan kepada Polrestabes Bandung dalam melakukan pendalaman dan penyidikan terkait kejadian tersebut,” kata Plt Kapolrestabes.
Kombes Adiwijaya berharap tidak ada ekses terkait peristiwa itu di kemudian hari. “Kami berharap dengan kejadian semalam juga tidak ada ekses yang akan terjadi di kemudian hari,” ujar Kombes Adiwijaya.
Kronologi Kejadian
Diketahui, MFA meninggal tergeletak di Jalan Cihampelas, tepat di depan rumah makan seafood pada Jumat (13/3/2026) sekitar pukul 23.30 WIB. Siswa kelas 11 itu diduga korban tindak kekerasan siswa sekolah lain.
Dalam video amatir yang beredar di media sosial (medsos) tak jauh dari lokasi korban tergeletak, para terduga pelaku sedang mengeroyok seorang remaja.
Informasi yang di himpun dari saksi mata menyebutkan, kronologi kejadian berawal dari kegiatan buka bersama (bukber) pelajar SMAN 5 Bandung di Ciumbuleuit, Kota Bandung.
Setelah bukber, mereka, termasuk korban MFA, pulang dengan konvoi motor melalui Jalan Cihampelas. Posisi korban saat konvoi di duga berada di barisan belakang.
Saat tiba di lokasi kejadian, MFA dan temannya di adang sekelompok siswa dari sekolah lain. Kelompok itu menyerang korban hingga terjatuh dari motor. Sepeda motor korban rusak parah.
Korban tergeletak di aspal tepi Jalan Cihampelas depan warung seafood. Almarhum MFA meninggal dunia di lokasi kejadian.
Kesaksian itu di sampaikan Adi (40) warga Cihampelas. “Katanya anak-anak SMAN 5 abis bukber. Berapa puluh motor nggak tahu. Dari arah Ciumbuleuit turun ke sini (Cihampelas). Rombongan gitu, konvoi,” kata Adi kepada wartawan, Sabtu (14/3/2026).
Adi mengaku tidak tahu persis kronologi kejadian sebenarnya. Dia juga tidak tahu kelompok mana yang memicu konflik lebih dulu. Apakah pelajar SMAN 5 Bandung atau kelompok siswa sekolah lain.
“Enggak tahu yang pertama memicu konflik siapa, enggak tahu. Enggak tahu SMAN 2 atau SMAN 5,” ujar Adi.






