BMKG Bandung Sebut Hilal Idul Fitri 1 Syawal 1447 Hijriah Sulit Teramati

Jawa Barat71 Dilihat

SindoJabar.com – Besok, Kamis (19/3/2026), pemantauan hilal Idul Fitri 1 Syawal 1447 Hijriah di Kota Bandung akan berlangsung di dua lokasi. Pertama di Observatorium Albiruni Universitas Islam Bandung (Unisba).

Di Observatorium Albiruni Unisba, pemantauan hilal akan dilaksanakan oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Bandung bersama instansi lain dan ormas Islam.

Bukan hanya Bandung, pemantauan hilal juga berlangsung serentak di 35 lokasi lain di Indonesia. Seperti Aceh, Medan, Padang, Jakarta, Yogyakarta, Denpasar, Makassar, hingga Jayapura.

Kepala BMKG Bandung Teguh Rahayu mengatakan, pengamatan hilal akan dilakukan menggunakan teleskop terkomputerisasi yang terintegrasi dengan teknologi informasi.

Cahaya hilal direkam oleh detektor yang mengikuti posisi Bulan di ufuk barat. Kemudian, datanya di kirim ke server BMKG pusat dan di sebarluaskan secara online.

Pelaksanaan pemantauan di wilayah Bandung, akan di lakukan pada pukul 18.00 WIB, di mana konjungsi terjadi sebelum matahari terbenam di seluruh Indonesia.

“Sehingga rukyat di lakukan setelah matahari terbenam pada tanggal tersebut,” kata Kepala BMKG Bandung, Rabu (18/3/2026).

Teguh Rahayu menjelaskan, ketinggian hilal di Indonesia saat matahari terbenam berkisar antara 0,91 derajat hingga 3,13 derajat.

Tinggi Hilal Besok

Di Bandung, tinggi hilal 1 derajat 33 menit 33 detik untuk ufuk hakiki dan 2 derajat 32 menit 6 detik untuk ufuk mar’i.

“Elongasi berkisar antara 4,54 derajat hingga 6,1 derajat, dengan nilai di Bandung sebesar 5 derajat 9 menit 27 detik,” ujar Teguh Rahayu.

Kepala BMKG Bandung menuturkan, umur bulan saat matahari terbenam berkisar antara 7,41 jam-10,44 jam dan di Bandung sebesar 9,62 jam.

Fraksi iluminasi bulan di Indonesia berkisar antara 0,13 persen hingga 0,22 persen, sedangkan di Bandung sebesar 0,20 persen.

Dia memprediksi cuaca saat pengamatan hilal besok kemungkinan berawan sejak siang sampai sore hari. Dengan prediksi itu, kemungkinan kecil hilal dapat di amati.

“Hilal awal Syawal 1447 H di Bandung pada ketinggian rendah di atas ufuk dan berpeluang kecil dapat di amati,” tuturnya.

Teguh Rahayu mengatakan, masyarakat dapat mengikuti pengamatan hilal secara langsung melalui siaran daring BMKG.

Teguh Rahayu mengimbau masyarakat menunggu hasil sidang isbat yang di umumkan pada malam hari 19 Maret 2026. Pastikan informasi berasal dari sumber resmi BMKG dalam penetapan awal Syawal 1447 Hijriah.