4 Bidang Ilmu ITB Tembus Top 100 Dunia dalam QS World University Rankings

Jawa Barat59 Dilihat

SindoJabar.com – Empat bidang ilmu Institut Teknologi Bandung (ITB) berhasil masuk Top 100 dunia dalam QS World University Rankings by Subject 2026.

Keempat bidang ilmu itu antara lain, Mineral & Mining Engineering dan Petroleum Engineering pada klaster peringkat 51–100 dunia.

Kemudian, Architecture & Built Environment dan Art & Design pada klaster 101–150 dunia.

ITB total menempatkan 16 bidang ilmu dalam pemeringkatan dunia dari 35 bidang yang dianalisis dengan dua bidang masuk Top 100 dunia.

Capaian ini mencerminkan kiprah ITB tetap terjaga, khususnya pada rumpun rekayasa, arsitektur, dan desain.

Kehadiran Mineral & Mining Engineering dan Petroleum Engineering di kelompok 100 besar dunia menunjukkan konsistensi ITB pada bidang-bidang yang selama ini menjadi kekuatan utama.

Sementara itu, masuknya Architecture & Built Environment dan Art & Design ke kelompok 101–150 dunia turut menunjukkan perkembangan yang baik pada bidang kreatif dan perancangan.

Selain empat bidang tersebut, ITB juga mencatat hasil baik pada Chemical Engineering di peringkat 201–250 dunia serta Civil Engineering di peringkat 201–275 dunia.

Masuknya Civil Engineering ke dalam daftar bidang yang diperingkatkan turut menambah representasi keilmuan ITB pada pemeringkatan tahun ini.

Narrow Subject Rankings 2026

Pada Narrow Subject Rankings 2026, jumlah bidang ilmu ITB yang masuk pemeringkatan dunia meningkat menjadi 16, dari 15 bidang pada tahun sebelumnya.

Hal ini menunjukkan cakupan keilmuan ITB yang tampil dalam pemeringkatan global semakin luas, tidak hanya pada bidang-bidang unggulan tertentu, tetapi juga pada beragam disiplin lainnya.

Selain itu, sejumlah bidang ilmu dari ITB menempati peringkat pertama di Indonesia, antara lain:

1. Architecture & Built Environment: 101–150 global, peringkat 1 di Indonesia

2. Art & Design: 101–150 global, peringkat 1 di Indonesia

3. Engineering – Chemical: 201–250 global, peringkat 1 di Indonesia

4. Engineering – Civil & Structural: 201–275 global, peringkat 1 di Indonesia

5. Engineering – Electrical & Electronic: 251–300 global, peringkat 1 di Indonesia

6. Engineering – Mechanical, Aeronautical & Manufacturing: 251–300 global, peringkat 1 di Indonesia

7. Engineering – Mineral & Mining: 51–100 global, peringkat 1 di Indonesia

8. Petroleum Engineering: 51–100 global, peringkat 1 di Indonesia

9. Chemistry: 351–400, peringkat 1 di Indonesia

10. Environmental Sciences: 451–500, peringkat 1 di Indonesia

11. Materials Science: 351–400 global, peringkat 1 di Indonesia

12. Mathematics: 351–400 global, peringkat 1 di Indonesia

13. Physics & Astronomy: 401–450 global, peringkat 1 di Indonesia

Konsistensi ITB

Selain itu, bidang ilmu Computer Science & Information Systems meningkat dari klaster 551-600 ke 451-500.

Business & Management Studies meningkat dari klaster 451-500 ke 401-450, dan Agriculture & Forestry pada klaster 351-400.

Perkembangan positif ITB juga terlihat pada kategori Broad Subject Areas. Tahun ini, Engineering & Technology menempati peringkat 216 dunia (naik dari 282), menjadi broad subject dengan posisi tertinggi bagi ITB.

Sementara itu, Arts & Humanities mengalami pada peringkat 345 dunia (meningkat dari klaster 451–500). Natural Sciences peringkat 374 (meningkat dari 401–450) dan Social Sciences & Management di peringkat 374 dunia (meningkat dari klaster 451–500).

Hasil ini menunjukkan perkembangan yang positif, baik pada bidang-bidang unggulan maupun pada kelompok keilmuan yang lebih luas.

Rektor ITB Prof Dr Ir Tatacipta Dirgantara MT mengatakan, hasil ini menunjukkan konsistensi ITB untuk terus menjadi perguruan tinggi Indonesia yang hadir dalam persaingan akademik tingkat dunia.

Berbagai capaian tersebut, kata Rektor, menjadi gambaran positif atas kualitas pendidikan, riset, dan kontribusi akademik ITB di tingkat internasional.

“Hal ini pun meneguhkan target ITB menjadi perguruan tinggi peringkat 150 dunia pada 2030,” kata Rektor ITB.

Rektor ITB
Rektor ITB Tatacipta Dirgantara. (FOTO: ISTIMEWA/ITB.ac.id)

Apresiasi Sivitas Akademika

Prof Tata mengapresiasi seluruh sivitas akademika dan unsur pendukung institusi yang terus bergerak bersama dalam memperkuat posisi ITB di tingkat global.

Menurut Prof Tata, berbagai capaian yang diraih ITB hingga saat ini merupakan hasil kerja bersama yang perlu terus dijaga dan diperkuat sejalan dengan arah pengembangan institusi.

Selama hampir satu tahun terakhir, ujar Prof Tata, seluruh elemen ITB telah berupaya menjalankan rencana strategis institusi secara bertahap.

Berbagai unit kerja, menurutnya, telah menunjukkan capaian yang baik, dengan sejumlah hal yang terus disinergikan.

“Capaian ini tidak hadir secara instan, melainkan merupakan buah dari kerja bersama seluruh elemen ITB,” ujar Prof Tata.

Rektor ITB memandang hasil ini sebagai momentum untuk terus memperkuat sinergi untuk meningkatkan reputasi akademik dan riset, serta memastikan transformasi ITB berjalan secara konsisten dan berdampak.

Prof Tata menuturkan, berbagai capaian itu menjadi modal penting bagi ITB untuk terus memperkuat mutu pendidikan, riset, dan reputasi ilmiah di tingkat internasional.

Dengan semangat kolaborasi dan transformasi yang berkelanjutan, tutur Prof Tata, ITB berkomitmen terus menghadirkan kontribusi berdampak bagi Indonesia dan dunia.