Kronologi Awal Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dan KLR di Bekasi yang Sebabkan Korban Jiwa

Jawa Barat39 Dilihat

Sindojabar.com – PT KAI mengungkapkan Insiden tabrakan melibatkan Kereta Api (KA) Jarak Jauh Argo Bromo Anggrek dan Kereta Rel Listrik (KRL).

Kecelakaan terjadi, pukul 20.50 WIB pada Senin (27/4/2026) malam di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat.

Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo menjelaskan, pristiwa bermula dari adanya gangguan di perlintasan. Sebelumnya, KRL terlebih dahulu menabrak kendaraan roda empat disekitar Stasiun  Bekasi Timur.

Baca Juga: Sediakan 287 Ribu Kursi, KAI Daop 2 Pastikan Layanan Aman dan Nyaman Saat Nataru

“Sebuah kendaraan taksi dilaporkan bersenggolan dengan rangkain KRL yang tengah melintas di Jalur Perlintasan Langsung (JPU). Insiden tersebut menyebabkan KRL terpaksa berhenti mendadak di jalur,” ungkap Franoto dikutip, Selasa (28/4/2026).

Menurutnya, Situasi menjadi semakin kritis ketika dari arah belakang melaju KA Argo Bromo Anggrek. Karena jaraknya yang sudah dekat dan jalur yang terhalang, tabrakan pun tidak dapat terhindari.

Sejumlah penumpang dilaporkan menjadi korban dari pristiwa tersebut, hingga berita ini ditulis belasan orang dinyatakan meninggal dunia. Insiden operasional di wilayah Stasiun Bekasi Timur, Daerah Operasi 1 Jakarta, yang berdampak pada perjalanan kereta api.

Sementar itu, Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan.

Baca Juga: KAI Commuter Line Bandung Raya Perpanjang Relasi ke Cicalengka Mulai Februari 2026

Pihaknya memahami situasi ini menimbulkan kekhawatiran bagi pelanggan dan keluarga yang menunggu kabar. Saat ini, seluruh upaya difokuskan pada proses evakuasi penumpang dan awak sarana, serta penanganan korban di lokasi kejadian dengan prioritas utama keselamatan.

“Kami menyampaikan permohonan maaf atas kejadian ini. Fokus kami saat ini adalah memastikan seluruh penumpang dan petugas mendapatkan penanganan secepat mungkin dan sebaik mungkin. Kami juga terus berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait di lapangan,” ujar Anne.

KAI akan terus memberikan pembaruan informasi secara berkala seiring perkembangan penanganan di lokasi. (*)