Aparat Tangkap Massa Anarkistis Berpakaian Hitam di Cikapayang Bandung

Jawa Barat25 Dilihat

SindoJabar.com – Kapolda Jabar Irjen Pol Rudi Setiawan memimpin pembubaran massa berpakaian hitam yang melakukan aksi anarkistis di kawasan Cikapayang, Kota Bandung, Jumat (1/5/2026) malam.

Aparat keamanan gabungan Polri-TNI menangkap sejumlah orang berpakaian hitam itu. Petugas menggeledah barang bawaan massa. Salah seorang pelaku membawa tas berisi molotov.

Kapolda Jabar sangat menyayangkan massa berpakaian hitam melakukan kericuhan di Kota Bandung. Bahkan massa merusak fasilitas umum traffic light atau lampu merah dan membakar pos polisi.

“Mereka (massa berpakaian hitam dan penutup wajah) kelompok tidak di kenal. Mereka membawa molotov dan merusak fasilitas umum,” kata Kapolda Jabar.

Irjen Rudy, menegaskan polisi akan melakukan tindakan tegas kepada massa anarkistis. “Aksi seperti ini sangat membahayakan. Saya katakan, mereka kelompok kriminal,” ujar Irjen Rudi.

Kapolda mengimbau massa berpakaian hitam segera membubarkan diri. Jika tidak, petugas akan melakukan tindakan tegas dan terukur.

Pelaku Diproses Hukum

Irjen Rudy menegaskan para pelaku perusakan dan pembakaran akan di proses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

“Kami mengamankan para pelaku-pelaku yang melakukan perusakan. Itu tidak bidana. Tentu akan kami proses sesuai hukum berlaku,” tutur Kapolda.

Irjen Rudi memastikan saat ini situasi di kawasan Cikapayang dan Tamansari telah kondusif. Massa anarkistis telah membubarkan diri.

Sebelumnya, kawasan perempatan Cikapayang-Dago, Kota Bandung, membara, Jumat (1/5/2026) malam. Massa anarkistis berpakaian hitam-hitam merusak traffic light, membakar pos polisi, dan kedai roti.

Api berkobar hebat dari pos polisi dan kedai roti yang di bakar massa. Sedangkan massa memblokade kawasan Cikapayang.

Beberapa jam sebelum kericuhan pecah, massa berpakaian hitam-hitam tersebut menggelar unjuk rasa memperingati Hari Buruh Se-Dunia atau May Day 2026 di depan DPRD Jabar, Jalan Diponegoro.

Setelah aksi, mereka bergerak ke kawasan Cikapayang. Di persimpangan jalan, mereka membakar ban bekas sambil terus berorasi.