Salut! Lapas Banceuy Kembali Gagalkan Penyeludupan, Pelaku Sembunyikan Sabu di Anus

Jawa Barat86 Dilihat

SindoJabar.com – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banceuy kembali berhasil menggagalkan upaya penyelundupkan narkoba jenis sabu, Senin (4/5/2026). Kali ini, pelaku menggunakan modus menyebunyikan barang terlarang itu di dalam anus.

Namun berkat kejelian petugas Lapas Banceuy, upaya pelaku menyelundupkan 13 paket sabu seberat 10,46 gram, gagal total.

Kepala Lapas Banceuy Eris Ramdani mengatakan, kronologi upaya penyelundupan narkoba ini berawal saat pelaku AS dan S datang.

S mengunjungi kakaknya Denis Setiawan yang merupakan narapidana atau warga binaan pemasyarakatan (WBP) Lapas Banceuy.

S merupakan adik kandung Denis, napi kasus pencurian. Sedangkan AS adalah teman S. Kedua pemuda itu kerap datang menjenguk Denis.

“AS dan S datang sekitar jam 3 kurang 15 (14.45 WIB). Sebelum diizinkan menjenguk, petugas melakukan pemeriksaan intensif terhadap AS dan S,” kata Kalapas Banceuy.

Eris menjelaskan, petugas mencurigai AS. Setelah melakukan pemeriksaan intensif, petugas menemukan narkoba di dalam anus AS. Sebanyak 13 paket sabu itu di simpan dalam kondom.

“Jadi kami curiga dengan gerak-gerik yang bersangkutan (AS). Mungkin ada sedikit mengganjal. Jadi kami curigai, kami ikutin terus, kami perhatikan. Alhamdulillah, kami dapat barang bukti tersebut,” ujar Eris.

Tergiur Imbalan Rp1 Juta

Kalapas menuturkan, kepada petugas, pelaku AS mengaku rencananya barang haram itu akan di berikan ke warga binaan bernama Denis Setiawan pindahan dari Rutan Kebonwaru sejak Oktober 2025. Denis menjalani hukuman tiga tahun.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, tutur Kalapas Banceuy, pelaku AS mengaku nekat menyelundupkan sabu karena diimingi imbalan Rp1 juta.

Saat ini kedua pelaku AS dan S dalam pemeriksaan intensif petugas. AS dan S akan di serahkan ke Satresnarkoba Polrestabes Bandung untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

“Selanjutnya, kami serahkan ke Satresnarkoba Polrestabes Bandung untuk di lakukan pendalaman,” tutur Kalapas Banceuy.

Menurut Eris, upaya penyelundupan sabu dengan modus menyembunyikan narkoba dalam anus pernah terjadi beberapa tahun lalu. Namun untuk tahun ini, baru pertama kali terjadi.

“Kasus upaya penyelundupan sabu dan obat terlarang sudah ketiga kali. Alhamdulillah bisa kami gagalkan. Tapi, untuk modus memasukkan ke dubur untuk tahun ini menjadi kali pertama,” ucap Eris.