Mahasiswa ITB Tersesat di Gunung Puntang Ditemukan Selamat

Jawa Barat18 Dilihat

Sindojabar.com – Kabupaten Bandung kembali menjadi sorotan setelah seorang mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) dilaporkan tersesat saat mendaki Gunung Puntang via Pasir Kuda, Desa Mekarjaya, Kecamatan Arjasari.

Setelah dilakukan pencarian intensif oleh tim SAR gabungan, korban akhirnya berhasil ditemukan dalam kondisi selamat.

Operasi pencarian dan pertolongan yang melibatkan berbagai unsur SAR resmi ditutup usai korban ditemukan oleh warga di Kampung Leuweng Mangun, Desa Mekarjaya. Korban kemudian langsung dievakuasi menuju RSUD Bedas Arjasari untuk menjalani pemeriksaan kesehatan dan pendataan lebih lanjut.

Sebelumnya, korban diketahui melakukan pendakian bersama dua rekannya di kawasan Gunung Puntang. Namun di tengah perjalanan, korban dilaporkan kehilangan arah dan terpisah dari rombongan hingga memicu operasi pencarian besar-besaran.

Kepala Kantor SAR Bandung, Ade Dian Permana menjelaskan bahwa tim SAR gabungan bergerak cepat setelah menerima laporan kejadian. Proses pencarian dilakukan dengan menyisir jalur pendakian, memantau area hutan, hingga melakukan koordinasi dengan keluarga korban, rekan pendaki, dan masyarakat sekitar.

“Medan yang cukup terjal dan kondisi kawasan hutan menjadi tantangan tersendiri dalam proses pencarian,” ujar Ade Dian Permana, Senin (11/5/2026)

Tim SAR gabungan juga melakukan pemetaan titik-titik yang diduga menjadi lokasi keberadaan korban. Sejumlah relawan dan warga sekitar turut membantu proses pencarian hingga akhirnya korban berhasil ditemukan dalam keadaan selamat.

Dengan ditemukannya korban, operasi SAR terhadap mahasiswa ITB yang tersesat di jalur pendakian Gunung Puntang via Pasir Kuda resmi dinyatakan selesai dan ditutup.

Basarnas mengimbau masyarakat, khususnya para pendaki, agar selalu memperhatikan faktor keselamatan sebelum melakukan aktivitas pendakian. Pendaki diminta memastikan kondisi cuaca aman, membawa perlengkapan memadai, menggunakan jalur resmi, serta melaporkan rencana pendakian kepada pengelola atau pihak terkait.

Peristiwa ini menjadi pengingat penting bahwa pendakian gunung tidak hanya membutuhkan kesiapan fisik, tetapi juga kewaspadaan dan perencanaan matang agar risiko tersesat di kawasan hutan dapat diminimalkan.

Writer: GhaniEditor: Rahmat