SindoJabar.com – Wakil Ketua Umum Partai Golkar Idrus Marham menegaskan, konflik dualisme kepengurusan di tubuh Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (SOKSI) selama 15 tahun, kini resmi berakhir.
DPP Partai Golkar, kata Idrus, secara sah hanya mengakui SOKSI di bawah kepemimpinan Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (Depinas) Dr Mukhamad Misbakhun.
Pernyataan tegas itu disampaikan Idrus Marham saat menghadiri pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I dan Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) I SOKSI Tahun 2026 di Dago, Bandung, Jumat (15/5/2026).
Idrus yang merupakan politisi senior Partai Golkar itu menjelaskan, keputusan ini merupakan manifestasi dari kebijakan langsung Ketua Umum DPP Partai Golkar Bahlil Lahadalia.
Tujuannya, guna menyatukan kembali soliditas partai berlambang beringin tersebut.
“Ketua Umum DPP Partai Golkar Bung Bahlil Lahadalia tidak ingin masalah ini berlarut-larut dan harus diakhiri,” ujar Idrus.
Idrus Marham menuturkan, secara pribadi merasa memiliki tanggung jawab moral dan organisatoris atas dinamika yang terjadi di internal SOKSI.
Dia mengenang kembali pada 2010 silam, arahan yang di sampaikan mewakili ketua umum saat itu turut menjadi awal mula perpecahan.
Namun, melalui penyelesaian organisatoris yang tegas atas keputusan Ketua Umum DPP Partai Golkar Bahlil Lahadalia ini, sejarah panjang perpecahan resmi berakhir.
Organisasi Pendiri Partai Golkar
Langkah penyelesaian ini, tutur Idrus, berpijak pada kedudukan SOKSI yang secara historis dan politis salah satu organisasi pendiri Partai Golkar.
Keputusan pengakuan tunggal ini di dasarkan pada kesamaan hubungan organisatoris dan ideologis.
“Ketua Umum DPP Partai Golkar menetapkan hanya SOKSI yang di pimpin Dr Muhammad Misbakhun memiliki hubungan organisatoris dan ideologis,” tuturnya.
Ke depan, kata Idrus, SOKSI akan betul-betul menjadi kawah candradimuka untuk mempersiapkan kader-kader pemimpin Partai Golkar.
“SOKSI di proyeksikan akan kembali berfokus sebagai kekuatan massa dan jaringan, serta sumber kader masa depan bagi partai,” ucap Idrus.
Idrus memberikan peringatan keras sekaligus ajakan persatuan kepada pihak-pihak yang masih berseberangan.
Dia menilai penolakan terhadap keputusan ini merupakan bentuk ketidakpatuhan terhadap pimpinan partai.
“Kalau masih ada yang mempermasalahkan, ya berarti sama dengan tidak menaati Ketua Umum (Bahlil Lahadalia). Karena itu, kalau memang mereka masih merasa kader Partai Golkar, mari kita sama-sama bergabung,” tandas Idrus.
Idrus memastikan, ke depan, setiap pertemuan atau undangan resmi DPP Partai Golkar mensyaratkan hubungan organisatoris dan ideologis. Undangan hanya akan di tujukan kepada SOKSI yang di pimpin Dr Mukhamad Misbakhun.






