SindoJabar.com – Insiden tak sportif suporter terjadi seusai laga antara Persib Bandung melawan PSM Makassar di Stadion BJ Habibie, Parepare, Sulawesi Selatan (Sulsel), Minggu (17/5/2026).
Dalam video amatir yang beredar di media sosial (medsos) terlihat sejumlah orang diduga suporter PSM, masuk ke lapangan. Mereka mengamuk dan menyerang skuat Maung Bandung yang sedang berjalan masuk ke ruang ganti.
Tampak seorang suporter berpakaian hitam menendang kaki salah satu pemain Persib. Serangan berlanjut dengan lemparan flare. Lapangan stadion menjadi kacau dipenuhi nyala flare dan asap.
Terkait insiden itu, Manajemen Persib Bandung mengambil sikap elegan. Alih-alih mempersoalkan dan memperpanjang masalah, Manajemen Persib justru hanya memastikan seluruh pemain dan ofisial dalam kondisi aman.
“Alhamdulillah, kami memastikan seluruh pemain, tim pelatih, official, dan rombongan Persib berada dalam kondisi aman, sehat, serta tidak mengalami cedera,” kata Head of Communication PT Persib Bandung Bermartamat (PBB) Adhi Pratama kepada wartawan, Senin (18/5/2026).
Adhi menjelaskan, dalam setiap pertandingan, keselamatan seluruh anggota tim selalu menjadi prioritas utama.
Karena itu, ujar Adhi, langkah-langkah penyesuaian situasi di lapangan di lakukan untuk memastikan seluruh pemain dan ofisial dapat kembali ke area aman dengan baik.
Persib, tegas Adhi, memahami sepak bola menghadirkan emosi, harapan, dan antusiasme besar bagi banyak pihak.
Fokus Laga Terakhir dan Hattrick Juara
“Kami percaya semangat sportivitas, saling menghormati, dan menjaga keamanan bersama merupakan bagian penting dalam mendukung perkembangan sepak bola Indonesia semakin positif dan profesional,” ujarnya.
Adhi menuturkan, Persib mengapresiasi seluruh pihak yang turut membantu memastikan situasi dapat terkendali sehingga rombongan tim berada dalam kondisi aman.
Saat ini, tutur Adhi, fokus Persib sepenuhnya di arahkan pada proses pemulihan kondisi pemain. Selain itu, persiapan menghadapi pertandingan terakhir musim ini melawan Persijap Jepara di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) Bandung pada 23 Mei 2026.
Pertandingan tersebut menjadi momen penting bagi tim. Prinsip Persib, seluruh elemen tim memilih fokus pada proses, bekerja dengan rendah hati, dan mempersiapkan diri sebaik mungkin hingga laga terakhir.
“Setiap pencapaian besar hanya dapat teraih melalui kerja keras, konsistensi, dan dukungan dari seluruh pihak yang selama ini berjalan bersama Persib,” tutur Adhi.
Adhi menyampaikan terima kasih atas perhatian, doa, dan dukungan kepada tim Maung Bandung.
“Insya Allah, rombongan Persib akan kembali ke Bandung hari ini untuk melanjutkan persiapan dengan penuh tanggung jawab dan semangat,” ucapnya.
Adhi mengatakan, Persib berharap sepak bola Indonesia terus tumbuh menjadi ruang persatuan, kebanggaan, dan inspirasi.
“Bagi tim, fokus utama saat ini adalah menyelesaikan musim dengan performa terbaik untuk mewujudkan sejarah baru bagi klub,” pungkas Adhi.






