SindoJabar.com – Ir Djuanda Kartawidjaja, bukan sekadar tokoh yang namanya diabadikan sebagai nama jalan protokol melegenda di Kota Bandung. Kiprah dan jasa Ir H Djuanda untuk Indonesia lebih dari itu.
Nama Ir H Djuanda kini diabadikan dalam Excellent Engineers College, kerja sama antara Institut Teknologi Bandung (ITB) dengan Southwest Jiaotong University (SWJTU).
Pengukuhan nama Ir Djuanda itu terwujud melalui penandatanganan kerja sama strategis antara Rektor ITB Prof Dr Ir Tatacipta Dirgantara MT dengan President SWJTU Prof Dr Yan Xuedong.
Acara “Signing Ceremony for the Overseas Tianyou Railway Institutes” tersebut berlangsung di Chengdu, China, pada Jumat (15/5/2026).
Pembentukan Tianyou-Djuanda Excellent Engineers College antara SWJTU dan ITB merupakan upaya memperkuat kolaborasi pendidikan.
Selain itu, riset dan pengembangan talenta di bidang rekayasa transportasi dan perkeretaapian. Kegiatan ini dirintis oleh Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara (FTMD) ITB.
Rektor ITB Prof Tatacipta mengatakan, implementasi pertama dari kerja sama ini adalah penyelenggaraan program double degree master dalam bidang kereta api.
“Kami berharap program ini dapat memperkuat kapasitas akademik, riset, dan pengembangan sumber daya manusia di sektor transportasi rel,” kata Rektor ITB.
Tianyou-Djuanda
Nama Tianyou-Djuanda di ambil dari dua tokoh besar di bidang teknik dan transportasi dari China dan Indonesia.
Zhan Tianyou merupakan “Father of China’s Railroad”. Dia pelopor pembangunan jalur kereta api modern pertama di China.
Sementara itu, Ir H Djuanda Kartawidjaja, kelahiran Tasikmalaya 14 Januari 1911. Dia adalah alumnus Technische Hoogeschool te Bandoeng (kini ITB) angkatan 1929 dan lulus pada 1933.
Ir H Djuanda merupakan tokoh nasional yang berperan penting dalam pengambilalihan Jawatan Kereta Api Republik Indonesia (kini PT Kereta Api Indonesia/KAI) pada awal kemerdekaan.
Djuanda, adalah Perdana Menteri Indonesia ke-11 sekaligus terakhir. Dia menjabat dari 9 April 1957 hingga 9 Juli 1959. Sebelumnya, Djuanda menjabat Menteri Perhubungan.
Sumbangan terbesar dalam masa jabatannya adalah Deklarasi Djuanda pada 1957. Deklarasi itu menegaskan laut Indonesia adalah termasuk laut sekitar, di antara dan di dalam kepulauan Indonesia menjadi satu kesatuan wilayah NKRI.
Deklarasi Djuanda juga di kenal dengan sebutan sebagai negara kepulauan dalam konvensi hukum laut Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Hukum Laut (UNCLOS).
Wadah Insinyur Masa Depan
Kolaborasi ITB-SWJTU ini merupakan kelanjutan dari hubungan akademik kedua institusi melalui berbagai program. Termasuk China–Indonesia Joint Meeting on Science and Technology.
Kemudian, pertukaran mahasiswa, riset bersama, hingga kunjungan akademik kedua institusi di Bandung dan Chengdu pada tahun sebelumnya.
Kehadiran Excellent Engineers College di harapkan menjadi wadah pengembangan insinyur masa depan dengan kapasitas global, inovatif, dan mampu menjawab tantangan pembangunan transportasi berkelanjutan.
SWJTU terkemuka di China dalam bidang perkeretaapian dan transportasi. Perguruan tinggi ini memiliki sejarah panjang dalam pengembangan teknologi transportasi modern.
Melalui kerja sama ini, ITB memperkuat komitmen sebagai perguruan tinggi unggul dan berdampak dengan memperluas jejaring internasional.
ITB juga mendorong inovasi teknologi dan memperkuat kontribusi Indonesia dalam pengembangan ekosistem transportasi dan infrastruktur global.
Hadir pula dalam acara tersebut Dekan FTMD Prof Dr Ir Hermawan Judawisastra MEng. Kemudian, Wakil Dekan Akademik FTMD Dr Eng Pandji Prawisudha ST MT, dan Koordinator Program Yunendar Aryo Handoko ST PhD.






